--> .

MAKALAH ORGANISASI INTERNASIONAL NON PEMERINTAH (INGO)

MAKALAH ORGANISASI INTERNASIONAL NON PEMERINTAH
(International Non-Governmental Organization)



I. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Dewasa ini, interaksi dalam dunia internasional tidak hanya didominasi oleh negara, melainkan telah banyak aktor lainnya yang turut berusaha meningkatkan interaksi satu dengan yang lainnya untuk mencapai kepentingannya masing-masing. Baik aktor negara ataupun non negara pada dasarnya  seringkali tergabung dalam beberapa organisasi internasional yang digunakan sebagai wadah pencapaian kepentingan. Organisasi internasional yang anggota-anggota di dalamnya merupakan aktor-aktor non negara dikenal sebagai International Non-Governmental Organization (INGO) atau dalam bahasa Indonesia dikenal Organisasi Internasional Non Pemerintah (ORNOP). INGO dalam peranannya saat ini tidak dapat dipandang sebelah mata, hal ini dikarenakan telah banyak peranan-peranan INGO yang terbukti mampu memperbaiki kondisi perekonomian, sosial bahkan politik di beberapa negara di dunia. Untuk lebih memahami peranan INGO secara signifikan, maka dalam makalah ini akan memaparkan beberapa aspek terkait INGO, yang di antaranya Pengertian INGO, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan, dan contoh-contoh INGO
b. Rumusan Masalah

  1. Pengertian Organisasi Internasional Non Pemerintah?
  2. Apa Tipe-tipe Kegiatan INGO?
  3. Apa Misi dan Kepentingan INGO?
  4. Organisasi apa yang termasuk INGO?

c. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yag dimaksud dengan INGO, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan, Organisasi yang termasuk INGO 

d. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari 3 Bab, yaitu Bab I yaitu pendahuluan yan terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan dan sistematika penulisan, Bab II Pembahasan terdiri dari Pengertian INGO, Tipe-tipe Kegiatan, Misi dan Kepentingan, Analisis Kasus Rainbow Wariors Case dan INGO dalam Konvensi Eropa. Serta ditutup dengan Bab III Penutup dengan Simpulan dan Saran


Bab II Pembahasan

1. Pengertian
Organisasi Non Pemerintah oleh Liga Bangsa-Bangsa disebut Private Organization, namun Organisasi Non Pemerintah tersebut menyebut dirinya International Institute, International Union atau hanya sebagai Organisasi Internasional saja

Draf pertama Piagam PBB tidak menjelaskan tentang melakukan kerjasama dengan lembaga swasta, di San Fransisco bermacam-macam kelompok melakukan Lobby agar peran PBB diperluas dalam bidang ekonomi dan sosial dengan membentuk dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc). Ecosoc mempunyai hubungan dengan 2 macam organisasi internasional yaitu “specialized agencies” yang didirikan dengan perjanjian antar negara dapat berpartisipasi tanpa memiliki hak suara, sementara “non goverment organization” mempunyai hak untuk melakukan pengaturan yang cocok untuk konsultasi

Lain halnya dengan IGO, INGO atau Organisasi Internasional Non-pemerintah tidak mewakili diri atas nama negara. Berfokus pada masalah non-kenegaraan (masalah sosial), bergerak secara global untuk memberi pelayanan tanpa memandang batas territorial negara. Contoh organisasi yang berada dalam naungan INGO adalah Greenpeace dan International Red Cross.

World Bank, mendefenisikan NGO sebagai “organisasi swasta yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau melakukan kegiatan pengembangan masyarakat”

International non-governmental organization didirikan oleh perseorangan atau kelompok-kelompok yang tidak memiliki keterkaitan dengan pemerintahan sebuah negara. Meski individu diakui sebagai salah satu subyek hukum internasional, international non-governmental organization yang didirikan oleh beberapa individu tidak serta merta menjadikannya sebagai subyek hukum internasional seperti negara ataupun organisasi internasional. Peran NGO akan nampak dalam proses pengambilan keputusan internasional yang lebih transparan, efek yang kuat dalam bidang supervisi serta pencarian fakta. Karakteristik INGO adalah tidak bekerja sama dengan Partai Politik, bukan lembaga yang mencari keuntungan, dan tidak bekerja sama dengan organisasi kejahatan

b. Tipe-tipe Kegiatan
Menurut World Bank dalam Aksen Sinaga membagi NGO ke dalam 2 kelompok, yaitu: Operasional dan Advokasi.
A. NGO Operasional
Tujuan utamanya adalah perancangan dan implementasi proyek pengembangan. Kelompok ini menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan, material atau tenaga relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka. Proses ini umumnya membutuhkan organisasi yang kompleks. NGO operasional ini masih dapat dibagi atas 3 kelompok besar:
  1. Organisasi berbasis masyarakat – yang melayani suatu populasi khusus dalam suatu daerah geografis yang sempit;
  2. Organisasi Nasional – yang beroperasi dalam sebuah negara yang sedang berkembang, dan
  3. Organisasi Internasional – yang pada dasarnya berkantor pusat di negara maju dan menjalankan operasi di lebih dari satu negara yang sedang berkembang.

Sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an, kebanyakan contoh kolaborasi World Bank-NGO melibatkan NGO Internasional. Belakangan ini, tren tersebut telah berbalik. Dari seluruh proyek yang melibatkan kolaborasi NGO yang tercatat di tahun fiskal 94, 40% melibatkan organisasi berbasis masyarakat 70% melibatkan organisasi nasional and 10% melibatkan organisasi internasional.
B. NGO Advokasi
Tujuan utamanya adalah mempertahankaan atau memelihara suatu isu khusus dan bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah untuk atau atas isu itu. Berlawanan dengan manajemen proyek operasional, organisasi ini pada dasarnya berusaha untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan pengetahuan dengan melakukan lobi, kegiatan pers dan kegiatan-kegiatan aktivis. NGO ini pada dasarnya bekerja melalui advokasi atau kampanye atas suatu isu dan tidak mengimplementasikan program. Kelompok ini menjalankan fungsi yang hampir sama dengan kelompok operasional, namun dengan tingkatan dan komposisi yang berbeda. Pencarian dana masih perlu namun dengan ukuran yang lebih kecil.

NGO dapat pula dikelompokkan berdasarkan orientasi dan tingkat operasi:
1. Berdasarkan Orientasi
Orientasi Amal (Charitable) sering melibatkan kerja pola top-down dengan sedikit partisipasi penerima manfaat. Kegiatan NGO diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan makanan pada orang miskin, pakaian dan obat-obatan, perumahan, sekolah, dll. NGO ini dapat juga melakukan aktifitas bantuan pada bencana alam atau bencana akibat perbuatan manusia.
Orientasi pelayanan mencakup NGO yang aktifitasnya berupa penyediaan jasa pelayanan kesehatan, perencanaan keluarga atau pelayanan pendidikan yang programnya dirancang oleh NGO dan masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam implementasinya dan dalam penerimaan layanannya.
Orientasi partisipasi dicirikan dengan proyek kelola sendiri (self-help projects) dimana penduduk setempat dilibatkan dalam implementasi proyek dengan cara memberi bantuan uang tunai, peralatan, lahan, bahan-bahan, tenaga kerja, dll. Dalam proyek pengembangan masyarakat yang klasik, partisipasi dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan dilanjutkan kepada tahap perencanaan dan implementasi.
Orientasi pemberdayaan tujuannya adalah membantu orang miskin untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap faktor-faktor sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi kehidupan mereka, dan untuk meningkatkan kesadaran mereka akan kekuatan potensial yang mereka miliki untuk mengendalikan kehidupan mereka. Kadang-kadang, kelompok ini berkembang secara spontan akibat adanya suatu masalah atau isu, dan NGO memainkan peranan fasilitasi dalam perkembangan mereka

2. Berdasarkan tingkatan operasi
Organisasi berbasis masyarakat muncul dari inisiatif orang-orang itu sendiri. Ini dapat mencakup klub olahraga, organisasi perempuan, organisasi jiran, organisasi agama atau pendidikan. Ada banyak variasi dari jenis ini. Sebagian didukung oleh NGO, atau badan bilateral atau internasional, dan yang lainnya independen dari bantuan pihak luar. Sebagian bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat miskin kota atau membantu mereka memahami hak-hak mereka dalam memperoleh akses kepada layanan yag dibutuhkan sementara yang lain terlibat dalam penyediaan layanan itu sendiri.

Organisasi perkotaan (Citywide Organizations) mencakup organisasi seperti Rotary atau Lion’s Club, kamar dagang dan industri, koalisi bisnis, kelompok etnis dan pendidikan dan asosiasi organisasi masyarakat. Sebagian berdiri untuk tujuan tertentu namun menjadi terlibat dalam membantu orang miskin sebagai satu dari banyak kegiatannya, sementara yang lain dibentuk untuk tujuan khusus yaitu membantu orang miskin.

NGO nasional mencakup organisasi seperti Palang Merah (Red Cross), organisasi profesi, dll. Sebagian di antaranya memiliki cabang di suatu negara dan membantu NGO setempat.
NGO internasional mulai dari badan sekuler seperti organisasi Save the Children, OXFAM, CARE, Ford and Rockefeller Foundations hingga kelompok yang didasarkan oleh agama. Kegiatan mereka bervariasi dari pencariaan dana hingga implementasi proyek

Selain itu tipe kegiatan NGO menurut Clark adalah
a. relief and welfare agencies
b. technical innovation organization
c. public service contractor
d. popular development agencies
e. grassroot development organization
f. advicacy groups and network 

C. Misi dan Kepentingan
Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan kelompok tertentu, negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO mengkampanyekan dan menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan kegiatan tersebut. Sehingga dapat dikatakan INGO mirip dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang ada di Indonesia, namun ada perbedaan yang mencolok antara INGO dan LSM yaitu dalam sisi pendanaan. LSM dalam negeri mendapat sumbangan dari anggaran pemerintah ataupun non-pemerintah. Sedangkan INGO didanai anggaran non-pemerintah saja.

INGO hadir sebagai wadah bagi para individu, masyarakat, dan elemen negara untuk turut berinteraksi dalam dunia internasional dan untuk berperan serta dalam proses perkembangan dan juga perubahan sosial yang bisa jadi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau negara (Lewis 2009, 1).

Hal ini mengingat, sebelum INGO terbentuk, akses untuk aktor non negara dalam memasuki interaksi internasional sangat terbatas, baik dalam bidang politik, keamanan, ekonomi dan beberapa aspek lainnya. Keadaan ini dapat terjadi karena, pemerintah atau negara cenderung memproteksi interaksi yang ada dengan negara yang lainnya agar nantinya kebijakan yang diambil oleh negara tidak dipengaruhi oleh aktor-aktor selain negara.

D. Contoh Organisasi Internasional Non Pemerintah

A. Greenpeace
Di tahun 1971, berawal dari sekelompok aktivis  yang berlayar dari Vancouver, Cananda dengan kapal nelayan tua. Misi mereka untuk "menjadi saksi kerusakan" karena percobaan nuklir yang di lakukan AS di Amchitka, Sebuah pulau kecil di lepas pantai Alaska. Amchitka adalah tempat perlindungan terakhir 3000 berang-berang dan rumah untuk elang kepala botak dan hewan liar lainnya.
Greenpeace merupakan organisasi nirlaba yang aktif dalam advokasi perlindungan lingkungan, organisasi ini mengkampanyekan 8 agenda penting yaitu :
1. Hentikan Pergantian Iklim (Stop Climate Change)
2. Lindungi Hutan Purbakala (Protect Ancient Forest)
3. Selamatkan Laut
4. Hentikan Perburuan Paus
5. Katakan Tidak Pada Rekayasa Genetik
6. Hentikan Ancaman Nuklir
7. Kurangi Racun-Racun Kimiawi
8. Mendukung Perdangan Berkelanjutan
Cara-cara yang ditempuh Greenpeace adalah dengan cara diplomasi, diskusi publik, debat publik secara terbuka serta terus mempublikasikan kejahatan-kejahatan lingkngan serta menuntut korporasi serta pemerintah untuk menjadi pelindung lingkungan terhadap masa depan kita.
Pada tahun 1985 organisasi ini terlibat dalam upaya menghalangi ujicoba senjata nuklir di kepulauan Murorroa  oleh Prancis dengan klimaksnya ketika kapal Greenpeace  yang bernama Rainbow Warrior di bom oleh tentara prancis, kejadian ini dikenal dengan Rainbow Warrior Case yang juga melibatkan pemerintah Selandia Baru. Kantor pusat dari Greenpeace berada di Amsterdam, Belanda, Greenpeace mempunyai 2,8 Juta pendukung di seluruh dunia, Nasional dan kantor regional di 41 negara

B. International Committee of The Red Cross (ICRC)
Saat pasukan Italia dan Francis bertempur di solferino Italia Utara tanggal 24 Juni 1859, banyak korban berjatuhan sampai membuat bantuan medis militer tidak cukup merawat pasukan yang terluka. Melihat hal tersebut Herry Dunant seorang berkebangsaan Swiss menulis buku yang berjudul “Kenangan dari Solferino”, dalam bukunya tersebut Herry Dunant mengemukakan : 
Pertama, membentuk organisasi sukarelawan, yang akan disiapkan pada masa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang
Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang terluka dan sukarelawan yang merawat prajurit tersebut. 
Pada tahun 1863 terbentuklah International Committee of The Red Cross (ICRC). Berdasar gagasan pertama, dibentuklah organisasi relawan di stiap negara yang disebut Perhimpunan palang merah atau Bulan sabit merah Nasional
Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864 diadakan konfrensi  yang menyetujui “konvensi untuk perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang” dan disempurnakan menjadi Konvensi Jenewa 1949, konvensi tersebut juga dikenal sebagai Hukum Humaniter Internasional. Yang pada dasarnya berisi mengurangi kejahatan perang, serta kerusakan harta benda yang disebabkan pertikaian bersenjata.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Gerakan ini terdiri dari :
1. Komite Internasional Palang Merah /ICRC
Organisasi ini bukan dimiliki berbagai negara, namun merupakan suatu organisasi yang bersigfat mandiri. ICRC berusaha selalu memberikan perlindungan dan korban kepada para korban, baik dalam pertikaian bersenjata maupun dalam kekacauan intern. ICRC merupakan pendiri dan anggota gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Inisiator, pendukung, penyebar dan pengawas HHI. Dan penyelenggara operasi kemanusiaan atas inisiatif sendiri 
2. Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional
Perhimpunan nasional akan diakui sebagai gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional jika
a. didirikan di negara yang menyetujui Konvensi Jenewa untuk perbaikan kondisi prajurit yang cedera dan sakit di medan perang
b. satu-satunya Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di negara tersebut
c. diakui pemerintah
d. bersifat mandiri dan sesuai prinsip gerakan
e. memakai nama dan lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
f. diorganisit supaya dapat melaksanakan tugasnya waktu perang
g. melaksanakan tugasnya di seluruh wilayah
h. menerima anggota tanpa pilih2
i. menyetujui anggaran dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah internasional
j. menghormati prinsip dasar gerakan dan mematuhi hukum humaniter internasonal
3. Federasi Perhimpunan  Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
Sebelumnya bernama Liga perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, pada tahun 1991 diubah menjadi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, federasi ini merupakan lembaga non-pemerintah, Federasi ini meliputi semua perhimpunan nasional yang telah diakui dan juga berfungsi sebagai sekretariat pusat dan forum diskusi bagi semua organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah nasional. 
Di samping hal-hal diatas juga setiap 2 tahun diadakan pertemuan Dewan Delegasi yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil 3 gerakan diatas.  

III. Penutup
A. Simpulan
International non-goverment Organization adalah organisasi swasta yang tidak mewakili diri atas nama negara yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan, mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial dasar atau melakukan kegiatan pengembangan masyarakat tanpa memandang batas negara. Tipe kegiatan INGO dibagi 2 yaitu : A. Operasional yaitu menggerakkan sumber daya dalam bentuk keuangan, material atau tenaga relawan, untuk menjalankan proyek dan program mereka dan B. Advokasi bekerja untuk mempengaruhi kebijakan dan tindakan pemerintah atas suatu isu. Dalam menjalankan misinya INGO mengaspirasikan kepentingan kelompok tertentu, negara tertentu atau blok-blok tertentu. Tidak jarang INGO mengkampanyekan dan menyuarakan kepentingan yang menjadi sponsor pendanaan kegiatan.

B. Saran
Peran INGO di dunia internasional sangat terasa akhir-akhir ini, INGO mampu mempengaruhi kebijakan Internasional atapun nasional suatu negara, INGO juga aktif dalam membantu masyarakat yang belum tersentuh pemerintah, jadi sebagai generasi penerus peradapan, mahasiswa harus turut serta membangun dan menjaga tatanan kehidupan dunia menjadi lebih baik salah satunya melalui INGO

Daftar Pustaka
Suherman, Ade Maman. 2003. Organisasi Internasional Dan Integrasi Ekonomi    Regional Dalam Perspektif Hukum Dan Globalisasi. Jakarta : Ghalia Indonesia
Non-Governmental Organizations and Development' (Routledge 2009, with Nazneen Kanji) Lewis, David. 2009. Nongovernmental Organization, Definition and History. [PDF] London School of Economic and Political Science, [online] dalam http://personal.lse.ac.uk/lewisd/images/encylciv%20societyngos2009-dl.pdf
https://askensinaga.wordpress.com/2008/06/02/ngo-defenisi-sejarah-peranan-pengelompokan-dan-karir/
http://www.greenpeace.org/seasia/id/

0 Response to "MAKALAH ORGANISASI INTERNASIONAL NON PEMERINTAH (INGO)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel