Model Pembelajaran Open Ended

Model Pembelajaran Open Ended (Pengertian, Langkah-langkah dan kelebihan dan kelemahan)



Pembelajaran terbuka atau yang sering dikenal dengan istilah open ended merupakan proses pembelajaran yang di dalamnya tujuan dan keinginan individu/siswa dibangun dan dicapai secara terbuka (Hannafin, dalam Huda, 1994: 144). Tidak hanya tujuan, open ended juga bisa merujuk pada cara-cara untuk mencapai maksud pembelajaran itu sendiri (Hannafin dalam Huda, 1999:278).
Miftahul Huda, 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Open ended adalah suatu model pembelajaran yang diformulasikan memiliki multijawaban (mempunyai beberapa penyelesaian) atau sering disebut juga problem tak lengkap atau problem terbuka. Pembelajaran dengan pendekatan open ended biasanya dimulai dengan memberikan problem terbuka pada siswa dan selanjutnya kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin juga jawaban (yang benar) sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam proses menentukan sesuatu yang baru. (Suherman. 2003: 123)
Erman Suherman dkk, 2003, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: JICA UPI

Pembelajaran dengan open ended merupakan pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan masalah dengan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinalitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi, interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. (Kusmaryono. 2013 : 77)
Imam Kusmaryono. 2013. Kapita Selekta Pembelajaran Matematika, Semarang: UNISSULA Press

Tujuan dari model pembelajaran open ended menurut Nohda ialah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving secara simultan. Hal yang dapat digarisbawahi adalah perlunya memberi kesempatan siswa untuk berpikir bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya sehingga aktivitas kelas penuh dengan ide-ide dan akan memacu kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berupa kemampuan berpikir kritis. (Suherman. 2003: 124)
Erman Suherman dkk, 2003, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: JICA UPI

Langkah-langkah model pembelajaran open ended adalah:
  1. Menghadapkan siswa pada problem terbuka Kegiatan ini dimulai dengan memberikan problem terbuka kepada siswa dan memberi kesempatan untuk melakukan segala sesuatu secara bebas dengan menekankan pada bagaimana siswa sampai pada sebuah solusi.
  2. Membimbing siswa untuk menemukan pola dalam mengkonstruksi permasalahannya sendiri Pada langkah ini siswa dibimbing dan diarahkan untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang telah diberikan sehingga diharapkan siswa dapat menemukan sebuah pola untuk menyelesaikannya.
  3. Membiarkan siswa memecahkan masalah dengan berbagai penyelesaian dan jawaban yang beragam Siswa diberikan kebebasan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan berbagai macam cara atau strategi dengan jawaban yang beragam sehingga diharapkan dapat melatih dan memunculkan sikap berpikir kritis siswa dengan penuh ide-ide dan gagasan-gagasan.
  4. Meminta siswa untuk menyajikan hasil temuannya. Langkah yang terakhir yaitu siswa diminta untuk menyajikan hasil temuannya berupa berbagai macam strategi atau cara yang didapatkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan. (Suherman. 2003: 124)

Erman Suherman dkk, 2003, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: JICA UPI

Pembelajaran dengan open ended memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut:
1) Keunggulan dari model pembelajaran open ended antara lain:
  1. Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan ide
  2. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan matematis secara komprehensif
  3. Siswa dari kelompok lemah sekalipun tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri
  4. Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberi bukti atau penjelasan
  5. Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.

2) Kelemahan dari model pembelajaran open ended antara lain:
  1. Membuat atau menyajikan situasi masalah fisika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan mudah 
  2. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan
  3. Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka
  4. Mungkin ada sebagian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi. (Suherman. 2003: 132)

Erman Suherman dkk, 2003, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, Bandung: JICA UPI

0 Response to "Model Pembelajaran Open Ended "

Post a Comment