--> .

Model Pembelajaran Time Token Arends

Definisi Model Pembelajaran Time Token Arends

Model Time Token Arends digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa. Sebelum berbicara, siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu pada guru. Setiap tampil berbicara satu kupon diserhkan pada guru. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis (Arends dalam Sahrudin, 2012)

Model Pembelajaran Time Token Arends sangat tepat untuk pembelajaran struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali (Sahrudin: 2012)

Sahrudin, Sriudin. 2012. Model Pembelajaran Time Token Arends. Diunduh melalui http://www.sriudin.com/2012/01/model-pembelajaran-timetoken  

Model pembelajaran Time Token Arends merupakan salah satu contoh kecil dari penerapan pembelajaran yang demokratis di sekolah. 



Penggunaan model cooperative Time Token Arends  sangat membantu dalam perkembangan psiskologi anak, khususnya perkembangan sosial anak, salah satunya perkembangan dalam bentuk kerja sama (cooperation) seperti yang diungkapakan oleh Syamsu (dalam Amhar: 2000) yaitu sikap mau bekerja sama dengan kelompok.

Amhar, Eli. 2000. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Diunduh melalui http://lieamhar.blogspot.com/2011/05/boost-your-brain-powerpart-2.html 

Adapun langkah-langkah pembelajaran Time Token Arends 
(Arends dalam Suprijono, 2010:133)
1. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi.
2. Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.
3. Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa doserahkan. Setiap berbicara satu kupon
4. siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis.
5. Dan seterusnya.
Suprijono, Agus. 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Kelebihan Model Time Token
Arends menurut Sahrudin (2012) antara lain :
a. Mendorong siswa untuk meningkatkan inisiatif dan partisipasinya
b. Siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali
b. Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran
c. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi (aspek berbicara)
d. Melatih siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.
e. Menumbuhkan kebiasaan pada siswa untuk saling mendengarkan, berbagi memberikan masukan dan keterbukaan terhadap kritik
f. Mengajarkan siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
g. Guru dapat berperan untuk mengajak siswa mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ditemui.
h. Tidak memerlukan banyak media pembelajaran.
Sahrudin, Sriudin. 2012. Model Pembelajaran Time Token Arends. Diunduh melalui http://www.sriudin.com/2012/01/model-pembelajaran-timetoken  

Kekurangan Model Time Token Arends  Sahrudin (2012) antara lain yaitu :
a. Membutuhkan waktu yang banyak untuk persiapan pembelajaran
b. Alokasi waktu akan kurang apabila guru kurang terampil mengkondisikan kelas.
c. Kemungkinan siswa untuk melakukan kecurangan selama pembelajaran sangat terbuka lebar.
d. Siswa yang aktif tidak bisa mendominasi saat kegiatan pembelajaran.
e. Tidak dapat digunakan pada kelas yang jumlah siswanya banyak.

Sahrudin, Sriudin. 2012. Model Pembelajaran Time Token Arends. Diunduh melalui http://www.sriudin.com/2012/01/model-pembelajaran-timetoken  

0 Response to "Model Pembelajaran Time Token Arends"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel