--> .

PEMBELAJARAN PARTISIPATIF (Pengertian dan langkah-langkah)

PENGERTIAN PEMBELAJARAN PARTISIPATIF

UU Sistem Pendidikan Nasional no.20 tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dapat diberi arti sebagai setiap upaya yang sistematis dan disengaja oleh pendidik untuk menciptakan kondisi-kondisi agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. 
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Kata Partisipatif berasal dari kata dasar bahasa inggris “participate” yang berarti mengikutsertakan atau mengambil bagian. Kata “Participation” yang berarti pengambilan bagian atau pengikutsertaan. (John & Hassan. 1982:419)
John M. Echols & Hassan Shadily. 1982. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia

 Partisipative adalah kegiatan yang banyak melakukan pengambilan bagian, seperti mendengar, berbagi pengalaman, dan pembelajaran dari yang lain.
Learning+Teaching Scotland. 2007. Participative ang Learning. Scotland: Save the Children


Partisipatif berarti pengikutsertaan seseorang untuk melakukan sesuatu atau pengambilan bagian dari sesuatu yang harus dilakukan oleh pelakunya. Pembelajaran partisipatif dapat diartikan sebagai upaya pendidik untuk mengikutsertakan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran partisipatif mengandung arti ikut sertanya peserta didik di dalam program pembelajaran partisipatif. Keikutsertaan peserta didik itu diwujudkan dalam tiga tahapan kegiatan pembelajaran yaitu perencanaan program, pelaksanaan, dan penilaian kegiatan pembelajaran. (Sudjana. 2000:155)

Sudjana S.2000. Strategi Pembelajaran Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production


Langkah-Langkah Pembelajaran Partisipatif
  1. Tahap pembinaan keakraban yang bertujuan untuk mengkondisikan peserta didik agar mampu melakukan kegiatan belajar partisipatif,
  2. tahap identifikasi kebutuhan sumber dan kemungkinan hambatan dimana peserta didik didorong untuk menyatakan kebutuhan belajar yang mereka rasakan berupa pengetahuan, sikap, nilai, atau keterampilan tertentu yang ingin mereka peroleh melalui kegiatan belajar,
  3. tahap perumusan tujuan belajar, dalam tahap ini mengikutsertakan peserta didik dalam menentukan arah dan merusmuskan tujuan belajar yang ingin dicapai melalui kegiatan belajar
  4. tahap penyusunan program kegiatan belajar yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen program antara lain materi belajar, motede dan teknik, fasilitas dan sarana belajar, waktu belajar.
  5. tahap pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran ini, para peserta didik yang dibantu oleh pendidik, melibatkan diri dalam proses pembelajaran. dan
  6. tahap penilaian proses, hasil, dan pengaruh kegiatan pembelajaran. (Sudjana. 2005: 66)


Sudjana S. 2005. Metode & Teknik Pembelajaran Partisipatif Pendidikan non Formal. Bandung: Falah Production


Prinsip-Prinsip Pembelajaran Partisipatif

  1. Berdasararkan kebutuhan belajar (learning needs based); Pelajar akan belajar secara efektif dalam proses pembelajaran apabila semua komponen program belajar dapat membantu peserta didik untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini adalah kebutuhan sebagai guru sesuai dengan tugas dan fungsinya yang sekaligus sebagai fasilitator.
  2. Berorientasi pada tujuan kegiatan pembelajaran (learning goals and objectives oriented); Dalam kegiatan belajar partisipatif direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan belajar yang telah diprogramkan. Jadi dalam setiap proses kegiatan belajar diarahakan untuk mencapai tujuan belajar yang telah disusun oleh sumber belajar/ guru dan peserta didik.
  3. Berpusat pada peserta didik (participant centered); Dalam kegiatan belajar partisipatif itu dilakukan atas dasar kesesuaian dengan latar belakang kehidupan peserta didik. Latar belakang kehidupan meliputi pendidikan, pergaulan, agama dan sebagainya. Dalam penyusunan proses kegiatan belajar peserta didik memegang peranan utama sehingga peserta didik dapat merasakan bahwa kegiatan belajar itu menjadi milik peserta didik sendiri, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melakukan proses yang telah ditetapkan oleh mereka. Peserta didik diikutkan pula dalam kegiatan identifikasi kebutuhan belajar, sumber-sumber, dan kemungkinan hambatan serta dalam kegiatan menentukan tujuan belajar. Dalam kegiatan identifikasi tersebut peserta didik tidak hanya bertindak sebagai responden, tetapi berperan dalam merumuskan alat-alat yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar.
  4. dan Berangkat dari pengalaman belajar (experienital learning); Prinsip belajar memberi arah bahwa kegiatan belajar partisipatif disusun dan dilaksanakan berawal dari pengalaman yang telah dimiliki oleh peserta didik. Proses kegiatan belajar merupakan kegiatan peserta didik yang dilakukan secara bersama didalam situasi pengalaman nyata, baik pengalaman dalam tugas yang dilakukan sehari-hari maupun pengalaman sebagai pelajar, maka pendekatan yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengutamakan pendekatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah ini merupakan pembelajaran yang lebih banyak menumbuhkan partisipasi peserta didik, nilai dan keterampilan yang telah dimiliki oleh peserta didik dan lebih menitikberatkan pada pendekatan pemecahan masalah. (Sudjana. 2005: 170)

Sudjana S. 2005. Metode & Teknik Pembelajaran Partisipatif Pendidikan non Formal. Bandung: Falah Production


itulah blog rangkumanpustaka.blogspot.com sampaikan terkait PEMBELAJARAN PARTISIPATIF (Pengertian dan langkah-langkah). selanjutnya anda dapat mempelajari pembelajaran menurut ahli

0 Response to "PEMBELAJARAN PARTISIPATIF (Pengertian dan langkah-langkah)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel