--> .

Perbedaan Metode Ceramah dan Metode Konvensional


Metode Ceramah




Menurut Djamarah (2010:97) metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode ini telah digunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar mengajar. Meski metode ini lebih banyak menuntut keaktifan guru daripada anak didik, tetapi metode ini tetap tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam kegiatan pengajaran. Apalagi dalam pendidikan dan pengajaran tradisional, seperti di pedesaan yang kurang fasilitas. 
Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan. 
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.

Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: 
a. Kelebihan Metode Ceramah 
1. Guru mudah menguasai kelas. 
2. Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas. 
3. Dapat diikuti oleh siswa yang berjumlah besar. 
4. Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya. 
5. Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik. 

b. Kelemahan Metode Ceramah 
1. Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). 
2. Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) yang besar menerimanya. 
3. Bila sering digunakan dan terlalu lama akan membosankan. 
4. Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali. 
5. Menyebabkan siswa menjadi pasif.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.  

Menurut Murwani (2006:64),  metode ceramah banyak digunakan oleh guru dalam berbagai situasi dan tujuan. Pada masa lalu dan mungkin sampai skarang, banyak orang berpendapat seseorang yang berprofesi sebagai guru berdiri di depan kelas, sementara yang lain duduk diam mendengarkan dan melaksanakan perintahnya. Metode ini hingga sekarang masih berlaku. Pusat pengetahuan hanya ada pada sang guru. Metode seperti ini kurang mengaktifkan siswa untuk memperoleh pengetahuan dan belajar tentang nilai-nilai. Ada beberapa kerugian dari mendengarkan dalam metode ceramah, diantaranya adalah: 

  1. Pengetahuan yang disampaikan hanya didasarkan pada apa yang dimiliki penceramahnya, ibarat komunikasi maka hanya satu arah tanpa peran partisipan dan tak ada umpan balik dari pendengarnya. 
  2. Ada kesenjangan pengetahuan antara penceramah dan pendengarnya. Anggapannya peserta adalah orang yang tidak berpengetahuan sama sekali sehingga harus diisi. 
  3. Peserta hanya menerima informasi secara pasif, maka mereka akan cepat bosan dan lelah. 
  4. Metode kuliah menekankan pada transfer informasi dan fakta, lebih banyak mengadakan pesan-pesan dari informasi dibandingkan dengan faktanya. 
  5. Rentang waktu peserta untuk dapat berkonsentrasi penuh sangat terbatas, apalagi ceramah dengan suara monoton. Rata-rata orang melupakan 50% dari apa yang mereka dengar. 
  6. Penceramah biasanya tidak memiliki cara untuk memastikan seberapa jauh para peserta menangkap dan memahami apa yang disampaikan oleh penceramah, apalagi jika tidak ditinjau ulang selama ceramah atau setelah ceramah. 

Murwani, Elika Wati. 2006. Peran Guru Dalam Membangun Kesadaran Kritis siswa. Jurnal Pendidikan penabur. No.06/th.V/Juni 2006.
Metode Konvensional 

Pembelajaran konvensional merupakan kegiatan belajar mengajar yang diawali dengan penyajian informasi bahan ajar yang akan dipelajari yang disertai dengan pemberian contoh soal, pemberian tugas, diskusi,dan tanya jawab sampai pada akhirnya siswa dapat mengerti apa yang diajarkan oleh guru (Trianto, 2007:41). 

Penyajian materi pelajaran secara lisan sangat berbeda dengan penyampaian secara tertulis. Hal ini tergantung pada cara guru mengajar, kecepatan bicaranya serta volume bicara guru. 

Pembelajaran konvensional lebih berpusat pada guru (teacher centered). Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru menekankan pentingnya aktivitas guru dalam membelajarkan peserta didik. Peserta didik berperan sebagai pengikut dan penerima pasif dari kegiatan yang dilaksanakan. 

Guru dalam pembelajaran konvensional biasanya menyampaikan mata pelajaran yang dalam bentuk ceramah atau penjelasan lisan, siswa diharapkan dapat mengungkapkan kembali semua yang telah dimiliki ketika diberi pertanyaan oleh guru. Komunikasi yang digunakan adalah searah, kegiatan siswa terbatas pada ucapan guru, mencatat dan sesekali bertanya. Lingkungan belajar kurang mendapat perhatian, siswa kebanyakan pasif hanya sebagai pendengar. 

Pembelajaran konvensional memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
  1. Dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran sedangkan peserta didik bersifat pasif dan hanya melakukan kegiatan melalui perbuatan pendidik. 
  2. Bahan belajar terdiri atas konsep-konsep dasar atau materi belajar tidak dikaitkan dengan pengetahuan awal siswa 
  3. Pembelajaran tidak dilakukan secara kelompok 
  4. Pembelajaran tidak dilaksanakan melalui kegiatan laboratorium


Kelebihan metode pembelajaran konvensional: 
  1. Bahan belajar dapat dituntaskan secara tuntas 
  2. Dapat dipahami oleh peserta didik dalam jumlah besar 
  3. Pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu 
  4. Target materi relatif mudah dicapai 


Kekurangan pembelajaran konvensional: 
  1. Sangat membosankan karena mengurangi motivasi dan kreativitas siswa 
  2. Keberhasilan perubahan sikap dan perilaku peserta didik relatif sulit diukur 
  3. Kualitas pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan adalah relatif rendah karena pendidik sering hanya mengejar targrt waktu untuk menghabiskan target materi pembelajaran 
  4. Pembelajaran kebanyakan menggunakan ceramah dan Tanya jawab 

Pembelajaran konvensional yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.


Berdasarkan uraian diatas tentang metode ceramah dan metode konvensional dapat disimpulkan bahwa kedua metode ini hampir sama. kelebihanya dapat digunakan di kelas yang anggotanya sangat banyak namun kedua metode diatas mengurangi kreatifitas siswa dan cendurung membosankan

0 Response to "Perbedaan Metode Ceramah dan Metode Konvensional"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel