--> .

Makalah Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikultural

Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikultural

Secara sosiologis istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, di mana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Dalam buku Sociology An Introduction. Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren (1984), menyatakan bahwa satu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.

“Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik. Perbedaan antara kelompok sosial dengan kerumunan tersebut dibawah ini adalah :

Kelompok sosial :                                     Kerumunan :
-     Bersifat tetap                                        Bersifat sementara
-     Memiliki tujuan sama                           Tujuan berbeda
-     Interaksi jelas dan terfokus                  Interaksi tidak terfokus
-     Mengarah pada pembentukan  Tidak mengarah pada pembentukan

Di dalam kelompok sosial terdapat bermacam macam suku bangsa, ras, agama dan budaya sehingga terbentuklah masyarakat multikultural. Kata Masyarakat Multikultural dapat kita pilah menjadi tiga kata yaitu :

Masyarakat, artinya adalah sebagai satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh rasa identitas bersama.Multi, berarti banyak atau beraneka ragam dan Kultural,berarti Budaya.

Yang dimaksud dengan masyarakat multikultural. Menurut Furnival, masyarakat multicultural adalah masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih kelompok yang secara cultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lain.

Masyarakat Multikultural adalah kesatuan manusia atau individu yang memiliki beraneka ragam budaya. Oleh karena itu dalam masyaarakaatterdapat beranekaragam kelompok sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda-beda.

Berikut ini pandangan ahli sosiologi tentang masyarakat multikultural : 
-     J.S Furnivall
Masyarakat multikultural terbentuk oleh dua atau lebih komunitas (kelompok), mereka ini secara budaya dan ekonomi terpisah satu sama lain. Struktur kelembagaan yang terdapat di dalam kelompok tersebut berbeda satu dengan lain.
-     Nasikun
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang menganut banyak nilai. Hal ini terbentuk karena kelompok sosial yang ada di dalamnya memiliki sistem nilai tersendiri.
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki ikatan-ikatan primordialitas. Ikatan ini kemudian berkaitan erat dengan label yang diberikan oleh individu/kelompok lain, dengan demikian setiap individu/kelompok memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain.
Keaneka ragaman dalam masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini :
1.      Memiliki lebih dari subkebudayaan.
2.      Membentuk sebuah struktur sosial.
3.      Membagi masyarakat menjadi dua pihak, yaitu pihak yang mendominasi dan yang terdominasi.
4.      Rentan terhadap konflik sosial.

Dalam multikultural akan dijumpai perbedaan-perbedaan yang merupakan bentuk keanegaragaman seperti budaya, ras suku, agama. Dalam masyarakat multi kultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelompok minoritas dengan mayoritas baik secara hukum maupun sosial.
Kelompok sosial memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat multikulturan, yaitu hubungan sebagai berikut.
  1. Kelompok sosial sebagai unsur pembentuk masyarakat multikultural : Salah satu unsur yang membentuk masyarakat multikultural adalah adanya kelompok sosial. Sehingga kelompok sosial bukanlah satu satunya unsur pembentuk masyarakat multikultural. Kelompok sosial yang ada di masyarakat kita itu lah yang membentuk masyarakat multikultural.
  2. Kelompok sosial sebagai dinamisator masyarakat multikultural : Dalam masyarakat multikultural terdiri dari berbagai kelompok sosial yang beraneka ragam. Sehingga dengan adanya kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural dapat menyeimbangkan keadaan ketika masyarakat mengalami sebuah konflik.
  3. Kelompok sosial sebagai pengikat masyarakat multikultural : Dalam sebuah kelompok sosial perlu adanya ikatan antara individu dengan kelompok dalam masyarakat agar kehidupan masyarakat yang multikultural dapat berjalan dengan baik dan dapat terhindar dari konflik. Pengikat hanya dapat dilakukan dengan bentuk kesetiaan para anggota kelompok tersebut.

0 Response to "Makalah Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikultural"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel