--> .

Metode Pembelajaran Inkuiri


Metode Pembelajaran Inkuiri 

1) Pengertian Metode Inkuiri
Metode inquiri adalah metode yang melibatkan pesera didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. Guru membimbing peserta didik untuk menemukan pengertian baru, mengamati perubahan pada praktik uji coba dan memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar mereka sendiri. Dalam metode inkuiri, peserta didik belajar secara aktif dan kreatif untuk mencari pengetahuan (Endang Mulyatiningsih, 2011:219)



Secara bahasa, inkuiri berasal dari kata inquiry yang merupakan kata dalam bahasa Inggris yang berarti; penyelidikan/meminta keterangan; terjemahan bebas untuk konsep ini adalah “siswa diminta untuk mencari dan menemukan sendiri”. Dalam konteks penggunaan inkuiri sebagai metode belajar mengajar, siswa ditempatkan sebagai subjek pembelajaran, yang berarti bahwa siswa memiliki andil besar dalam menentukan suasana dan model pembelajaran. Dalam metode ini peserta didik didorong untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar (Khoirul Anam, 2015:7).
Pembelajaran berbasis inkuiri merupakan metode pembelajaran yang memberi ruang sebebas-bebasnya bagi siswa untuk menemukan gairah dan cara belajarnya masing-masing.siswa tidak lagi dipaksa untuk belajar dengan gaya atau cara tertentu, mereka dikembangkan untuk menjadi pembelajar yang kreatif dan produktif (Khoirul Anam, 2015:12).
Menurut Roestiyah (2012:75) inquiry adalah istilah dalam bahasa Inggris; ini merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di depan kelas. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut: guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya di dalam kelompok, kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik.

2) Langkah Pembelajaran Inkuiri
Langkah inkuiri pada penelitian ini mengacu pada model berikir reflektif dari John Dewey‟s (1990) dalam Endang Mulyatiningsih (2011:219). Tahap-tahap inkuiri yang dilakukan peserta didik meliputi: (1) mengidentifikasi masalah; (2) merumuskan hipotesis; (3) mengumpulkan data; (4) menganalisis dan mengiterpretasikan data untuk menguji hipotesis; (5) menarik kesimpulan. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri yang dilakukan guru yaitu:
a) Menjelaskan tujuan pembelajaran
b) Membagi petunjuk inkuiri atau petunjuk praktikum
c) Menugaskan peserta didik untuk melaksanakan inkuiri praktikum
d) Memantau pelaksanaan inkuiri
e) Menyimpulkan hasil inkuiri bersama-sama

3) Tujuan Pembelajaran Berbasis Inkuiri
Penekanan utama dalam proses belajar berbasis inkuiri terletak pada kemampuan siswa untuk memahami, kemudian mengidentifikasi dengan cermat dan teliti, lalu diakhiri dengan memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang tersaji. Sekilas metode ini tampak seperti metode strategi pemecahan masalah. Selain itu pembelajaran berbasis inkuiri bertujuan untuk mendorong siswa semakin berani dan kreatif dalam berimajinasi. Dengan imajinasi, siswa dibimbing untuk menciptakan penemuan-penemuan, baik yang beripa penyempurnaan dari apa yang telah ada maupun menciptakan ide, gagasan atau alat yang belum pernah ada sebelumnya (Khoirul Anam, 2015:8).
Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan demikian, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, akan tetapi lebih pada bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya untuk lebih mengembangkan pemahamannya terhadap materi pembelajaran tertentu (Khoirul Anam, 2015:14).

4) Kelebihan-kelebihan Metode Inkuiri
Menurut Khoirul Anam (2015:15), kelebihan-kelebihan metode inkuiri antara lain:
a) Real life skills, siswa belajar tentang hal-hal penting namun mudah dilakukan, siswa didiorong untunk „melakukan‟ bukan hanya „duduk, diam dan mendengarkan‟
b) Open-ended topic: tema yang dipelajari tidak terbatas, bisa bersumber dari mana saja: buku pelajaran, pengalaman siswa/guru, internet, televisi, radio dan seterusnya. Siswa akan belajar lebih banyak.
c) Intuitif, imajinatif, inovatif: siswa belajar dengan mengarahkan seluruh potensi yang mereka miliki, mulai dari kreativitas hingga imajinasi. Siswa akan menjadi pembelajar aktif, out of the box, siswa akan belajar karena mereka membutuhkan, nukan sekedar kewajiban.
d) Peluang melakukan penemuan: dengan berbagai observasi dan eksperimen, siswa memiliki peluang besar untuk melakukan penemuan. Siswa akan segera mendapat hasil dari materi atau topik yang mereka pelajari.
Selain yang sudah disebutkan, Bruner seorang psikolog dari Harvard University di Amerika Serikat seperti yang dikutip oleh Khoirul Anam (2015) menegaskan metode inkuiri memiliki kelebihan sebagai berikut:
a) Siswa akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik.
b) Membantu dalam menggunakan daya ingat dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru.
c) Mendorong siswa untuk berpikir inisiatif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
d) Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri.
e) Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik
f) Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang.

5) Prinsip-prinsip Inkuiri
Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan ketika memutuskan untuk menggunakan metode strategi inkuiri dalam proses pembelajaran menurut Khoirul Anam (2015:20). Beberapa strategi berikut adalah sebagai berikut:
a) Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari pembelajaran menggunakan strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuirin ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar.
b) Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi atar-siswa, interaksi siwa dengan guru maupun interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi, tetapi sebagai penmgatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri
c) Prinsip bertanya
Peran guru yang harus dilakukan dalam menggunakan strategi pembelajaran inkuiri adalah guru sebagai penanya. Dengan demikian, kemampuan siswa untuk menjawab seyiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan bagian daru proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.
d) Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, tetapi juga merupakan proses perpikir, yaitu proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri maupun otak kanan. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal. Belajar yang hanya cenderung menggunakan otak kiri dengan memaksa anak untuk berpikir logis dan rasional, akan membuat anak dalam posisi “kering dan hampa”. Oleh karena itu, belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan.
e) Prinsip keterbukaan
belajar merupakan suatu proses mencoba berbagai kemungkinan, yakni dengan prinsip: segala sesuatu mungkin saja terjadi. Pleh sebab itu, anak perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus
dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.
Menurut Made Wena (2009 : 76) secara umum prinsip strategi inkuri adalah sebagai berikut:
a) Siswa akan bertanya (inquire) jika mereka dihadapkan pada masalah membingungjan/kurang jelas.
b) Siswa dapat menyadari dan belajar menganalisis strategi berpikir mereka.
c) Strategi berpikir baru dapat diajarkan secara langsung dan ditambahkan pada apa yang telah mereka miliki.
d) Inkuiri dalam kelompok dapat memperkaya khazanah pikiran dan membantu siswa belajar mengenai sifat pengetahuan yang sementara dan menghargai pengdapat orang lain

Daftar Pustaka
Anam, Khoirul. (2015). Pembelajaran Berbasis Inkuiri. Yogyakarta: Pustaka Belajar 
Mulyatiningsih, Endang. (2011). Riset Terapan. Yogyakarta: UNY Press
Roestiyah H.K. (2012). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Wena, Made. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

0 Response to "Metode Pembelajaran Inkuiri "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel