Metode pembelajaran value clarification technique (VCT).





Metode pembelajaran value clarification technique (VCT). 

Metode pembelajaran dengan cara mengklarifikasi nilai value clarification technique (VCT) merupakan pengajaran untuk membentuk siswa dalam mencari dan menentukan suatu nilai yang dianggap baik dalam menghadapi suatu persoalan melalui proses menganalisis nilai yang sudahada dan tertanam dalam diri siswa (Wina Sanjaya, 2006: 34)
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Kencana Prenada.


Menurut Masnur muslih (2011: 116), value clarification technique memberikan penekanan pada usaha membantu siswa dalam mengkaji perasaan dan perbuatannya sendiri, untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai- nilai mereka sendiri.
Masnur Muslih. 2011. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara


Penggunaan metode pembelajaran VCT berkaitan dengan pendekatan pendidikan nilai umumnya dan khususnya PKn yang sejak semula telah ditekankan pada aspek pembinaan sikap dan nilai moral Pancasila. VCT sebagai suatu metode dalam strategi pembelajaran moral VCT bertujuan: 1) untuk mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai, 2) membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya baik tingkatannya maupun sifatnya (positif dan negatifnya) untuk kemudian dibina ke arah peningkatan dan pembetulannya, 3) untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa, sehingga pada akhirnya nilai tersebut akan menjadi milik siswa, 4) melatih siswa bagaimana cara menilai, menerima, serta mengambil keputusan terhadap sesuatu persoalan dalam hubungannya dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat (Wina Sanjaya, 2006:25).
Wina Sanjaya. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Kencana Prenada.


Seorang pendidik sebaiknya menggunakan VCT dalam pembelajaran nilai di dalam kelas. Hal ini dikarenakan VCT memiliki banyak kelebihan,yaitu: 1) mampu membina dan menanamkan nilai dan moral pada ranah internal side, 2) mampu mengklasifikasikan/menggali dan mengungkapkan isi peran materi yang disampaikan selanjutnya akan memudahkan bagi guru untuk menyampaikan makna, pesan moral/nilai, 3) mampu mengklasifikasikan dan menilai kualitas moral diri siswa, melihat nilai yang ada pada orang lain dan memahami nilai moral yang ada dalam kehidupan nyata, 4) mampu mengundang, melibatkan, membina dan mengembangkan potensi diri siswa terutama mengembangkan potensi sikap, 5) mampu memberikan sejumlah pengalaman belajar dari berbagai kehidupan, dll. Dengan demikian penggunaan metode pembelajaran VCT sangatlah tepat dalam pembelajaran PKn agar siswa dapat memahami dan menerapkan sikap demokrasi. (Kosasih dalam La iru dan La Ode Saifun, 2012: 84)
La Iru dan La Ode Saifun 2012. Pendekatan, Metode, Strategi, dan Model-Model Pembelajaran. Kendari: CV Multi Presindo.

Teknik yang digunakan dalam VCT bisa berupa angket dan tanya jawab Abdul Gafur dalam Fathurrohman (2011: 36).
Fathurrohman. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT Refika Aditama.

Lahirnya metode ini merupakan upaya untuk membina nilai-nilai yang diyakini, sehubungan dengan timbulnya kekaburan nilai atau konflik nilai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Soenarjati dan Cholisin dalam Fathurrohman (2011 : 36).
Fathurrohman. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT Refika Aditama.


0 Response to "Metode pembelajaran value clarification technique (VCT). "

Post a Comment