Pengertian, Asumsi dan Konsep Bahasa Menurut Ahli

Pengertian Bahasa

Menurut Santoso (2008: 1.2) Bahasa merupakan alat komunikasi yang mengandung beberapa sifat yakni, sistematik, mana suka, ujar, manusiawi dan komunikatif. Disebut sistematik karena bahasa diatur oleh sistem, yaitu sistem bunyi dan sistem makna, Bahasa disebut mana suka karena unsur-umsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar, bahasa disebut juga ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi walaupun yang ditemui ada juga media tulisan, bahasa disebut manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkan, bukan mahluk lainnya, bahasa disebut sebagai alat komunikasi karena fungsi bahasa sebagai alat penyatu keluarga, masyarakat, dan bangsa dalam segala kegiatan
Santoso, Puji, dkk.2008. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Bahasa adalah sebuah alat untuk mengomunikasikan gagasan atau perasaan secara sistematis melalui
penggunaan tanda, suara, gerak atau tanda-tanda yang disepakati, yang memiliki makna yang dipahami webster’s New Collegiate Dictionary (dalam solchan, 2008: 1.3).
Solchan. 2008. Pendidikan Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang artiber yang dipergunakan oleh para anggota kelompok sosial kerjasama, berkomunikasi dan mengidentifikasian diri Harimukti (dalam Rosdiana: 1.4).
Rosdiana, Yusi dkk. 2008. Bahasa dan sastra Indonesia di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Asumsi Bahasa
Sedangkan menurut Moultan (dalam Sumardi 1992:19) mengemukakan tentang lima asumsi bahasa, yaitu: 
1) Bahasa adalah ujaran, bukan tulisan. 
2) Bahasa adalah seperangkat kebiasaan. 
3) Ajarkan bahasa, bukan tentang bahasa. 
4) Bahasa adalah apa yang di ucapkan oleh penutur asli, bukan apa yang dianggap seharusnya diujarkan. 
5) Bahasa berbeda satu dengan yang lain. 
Sumardi, Muljanto (ed). 1992. “Pendekatan Humanistik dalam Pengajaran Bahasa”. dalam Muljanto Sumardi (ed). Berbagai Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Konsep Bahasa
Curran (dalam Dardjowidjojo, 1992: 33) mengajukan enam konsep yang diperlukan untuk menumbuhkan belajar bahasa asing, yaitu: 
1) Security 
Adalah rasa aman pada diri siswa dan kondisi psikis guru. Ketika siswa belajar bahasa asing cenderung mencari teman senasib yang ada di lingkungannya, dan rasa aman bisa ditemukan apabila rekan sekelas beserta gurunya menunjukan sikap gotorng royong dan memberikan kepercayaan siswa. 
2) Attention-Agression 
Merupakan syarat psikologis kedua pihak antara siswa dan guru yang harus ditumbuhkan. Dalam hal ini perhatian siswa harus terus di intensifkan oleh guru kelas sehingga proses belajar dapat terus berlangsung secara berkesinambungan, karena sesuatu yang baru bagi siswa merupakan sesuatu yang terlalu asing untuk diingat siswa, sedangkan sesuatu yang terlalu biasa mudah membawa kita ke rasa bosan sebelum siswa memahami secara baik
dalam memahami bahasa asing, sehingga guru dalam hal ini diharapkan dapat berperan aktif dalam mempertahankan perhatian murid dalam belajar. Aggression dimaksudkan agar para siswa juga dapat berperan aktif dalam menjaga perhatian mereka dalam poses belajar dimana mereka turut aktif dalam pengambilan keputusan untuk mencari topik dan bahan pelajaran sendiri. 
3) Reflection dan Rentention 
Diperlukan pula dalam proses belajar. Proses ini merupakan proses dimana siswa melakukan semacam intronspeksi diri dalam proses belajar bahasa asing untuk mengetahui sampai sejauh mana mereka telah menguasai bahan dan masalah-masalah dalam pembelajaran. Curran juga membagi refleksi ini menjadi dua macam, yaitu;(1) refleksi teks, dan (2) refleksi pengalaman. Kedua proses refleksi ini dilakukan pada tiap akhir kelas, dalam refleksi teks para siswa mendengarkan kembali percakapan yang telah mereka lakukan beberapa menit atau jam sebelumnya untuk merenungkan dan mengingat kembali arti dan signifikan dari kata dan frase yang telah mereka buat. Refleksi pengalaman dimaksudkan untuk mengeluarkan dari permasalahan psikologis yang dialami tiap siswa selama kelas berlangsung. Permasalahn ini dapat berupa bentuk keraguan, konflik, kemarahan, dan rasa emosional lain.
Dardjowidjojo, S. 1992. “Lima Pendekatan Mutakhir dalam Pengajaran Bahasa” dalam Muljanto Sumardi (ed). Berbagai Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Pelita Sinar Harapan.


0 Response to "Pengertian, Asumsi dan Konsep Bahasa Menurut Ahli"

Post a Comment