Pengertian, Jenis, Ciri dan Faktor yang mendorong Motivasi



Pengertian Motivasi
Motivasi adalah Dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk  melakukan sesuatu tindakan yang dengan tujuan tertentu. Motivasi juga diartikan merupakan usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki atau mendapat kepuasan dengan perbuatanya” (Depdiknas, 2002 : 756)
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Ngalim Purwanto (2003:61), motivasi atau dorongan adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive).
Ngalim Purwanto. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Menurut Mc Donald dalam Oemar Hamalik (2001:158), menerangkan motivasi adakah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi tumbuh didorong oleh kebutuhan (need) seseorang, seperti kebutuhan menjadi kaya, maka seseorang berusaha mencari penghasilan sebanyak-banyaknya.
Oemar Hamalik. (2001). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan (Sardiman A.M, 2005:73)
Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mc. Donald dalam Sardiman (2005:74). Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2003:61) istilah motivasi diartikan sebagai kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu
Nana Syaodih Sukmadinata. (2003). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Ciri-ciri Motivasi
Menurut Sardiman A.M (2005:83), motivasi yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).
3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal, amoral, dan sebagainya).
4) Lebih senang bekerja mandiri.
5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).
6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.
8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. 
Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tujuan Motivasi
Menurut Ngalim Purwanto (2003:73), tujuan motivasi secara umum adalah untuk menggerakan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau pencapaian tujuan tertentu. Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang dimotivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan, dan kepribadian orang yang akan dimotivasi.
Ngalim Purwanto. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Fungsi Motivasi
Fungsi motivasi menurut Sardiman A.M (2005:85) ada tiga fungsi, yaitu:
1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang siswa akan menghadapi ujian dengan harapan lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan
Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi sendiri bukan merupakan suatu kekuatan yang netral atau kekuatan yang kebal terhadap pengaruh faktor-faktor lain, misalya: pengalaman masa lampau, taraf intelegensi, kemampuan fisik, situasi lingkungan, cita-cita hidup dan sebagainya (Martin Handoko, 1992:9).
Martin Handoko. (1992). Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Jakarta: PT Rineka Cipta

Fernald dan Fernald yang dikutip oleh Fasti Rola (2006:5-7) dalam Anik Widiastuti (2007:15), mengungkapkan terdapat empat faktor yang berpengaruh terhadap motivasi berprestasi bagi seseorang, yaitu:
1) Pengaruh keluarga dan kebudayaan (Family and Cultural Influences)
Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah serta urutan anak dalam satu
keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan motivasi berprestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu negara seperti cerita rakyat sering mengandung tema-tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat warga negaranya.
2) Peranan Dari Konsep Diri (Role of Self Concept) Konsep diri merupakan bagaimana seseorang berpikir mengenai dirinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan hal tersebut, sehingga berpengaruh dalam bertingkah laku.
3) Pengaruh dan Peran Jenis Kelamin (Influence of Sex Roles) Prestasi yang tinggi biasanya diidentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak para wanita belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara para pria (Stein&Beiley dalam Fernald&Fernald, 1999). Kemudian Horner (dalam Santrock, 1998) juga menyatakan bahwa pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan (fear of success) yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan ditolak oleh masyarakat apabila dirinya memperoleh kesuksesan.
4) Pengakuan dan Prestasi (Recognition and Archievement) Individu akan termotivasi untuk bekerja keras jika dirinya merasa dipedulikan oleh orang lain.
Anik Widiastuti. (2007). Studi Eksplorasi tentang Motivasi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FISE UNY angkatan 2003 Dalam Menulis Skripsi dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Skripsi. Yogyakarta: FISE UNY


0 Response to "Pengertian, Jenis, Ciri dan Faktor yang mendorong Motivasi"

Post a Comment