Upacara adat jawa : Slametan



Pengertian Upacara Slametan 
Slametan adalah upacara makan bersama, yang dalam bahasa Jawa sehari-hari disebut Slametan (Koentjaraningrat, 1994:343).
Koentjaraningrat . 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka

Upacara Slametan adalah Upacara yang terpenting dan merupakan salah satu ciri yang menonjol dari kebudayaan masyarakat Jawa.
Slametan merupakan suatu upacara pokok atau unsur penting dari hampir semua ritus dan upacara dalam sistem religi orang Jawa pada umumnya.
Natalia Tri Andyani. 2013. Skripsi : Eksistensi Tradisi Saparan Pada Masyarakat Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Semarang : Unnes

Tata Cara Upacara Slametan
1. Suatu upacara Slametan biasanya diadakan dirumah suatu keluarga
2. dihadiri oleh anggota-anggota keluarga (dan rumah tangga) yang pria, dengan beberapa tamu (kebanyakan juga pria), yaitu biasanya tetangga-tetangga terdekat dan kenalan-kenalan yag tinggal tidak terlalu jauh, kerabat-kerabat yang tinggal di kota atau dusun yang sama dan ada kalanya juga teman-teman akrab yang mungkin tinggal agak jauh. Tamu-tamu ini biasanya diundang tak lama sebelum upacara diadakan (Koentjaraningrat, 1994:344).
Koentjaraningrat . 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka
3. Slametan tidak hanya dengan mengundang tamu untuk datang ke rumah, melainkan juga dengan mengantarkan makanan atau yang disebut dengan berkat kepada orang-orang diatas. Tidak mengundang seseorang yang pernah mengundangnya pada Slametan atau yang sudah mengantarkan hidangan kepadanya, atau mengabaikan seseorang tetangga dekat, akan berarti penghinaan berat (Geertz, 1981:108).
Geertz, Clifford. 1981. Abangan, Santri, dan Priyayi. Jakarta:Ustaka Jaya 

Jenis-Jenis Slametan
Geertz mengungkapkan bahwa ada empat jenis Slametan, yaitu 
(1) Slametan untuk lingkar hidup seseorang, yang meliputi kelahiran, khitanan, perkawinan dan kematian; 
(2) Slametan untuk hari-hari raya Islam seperti Maulud Nabi, Idul Fitri, Idul Adha dan sebagainya; 
(3) Slametan yang diadakan berkaitan dengan integrasi sosial desa; 
(4) Slametan Sela, yang diselenggaraan dalam waktu yang tidak tetap, tergantung dengan kejadian luar biasa yang dialami seseorang seperti pindah tempat, ganti nama, terkena tenung, akan mengadakan perjalanan jauh dan sebagainya (Geertz, 1981:38).
Geertz, Clifford. 1981. Abangan, Santri, dan Priyayi. Jakarta:Ustaka Jaya 


0 Response to "Upacara adat jawa : Slametan"

Post a Comment