Upacara Adat Tedhak Siten/Siti menurut Ahli




Pengertian Tedhak Siten
Yana (2010;56)  Tedhak Siten dalam bahasa Indonesia berarti turun tanah. Upacara ini dilakukan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan karena seorang bayi yang berumur 7-8 bulan (7 Lapan) mulai menapakkan kaki diatas bumi. Upacara ini biasanya si bayi akan diangkat oleh ibu/ayahnya menaikai beberapa buah anak tangga bambu, kemudian perlahan-lahan turun kembali menapaki anak tangga itu menuju tanah, prosesi inilah yang kemudian terkenal dengan nama TedhakSiten.

Yana, MH. 2010. Falsafah dan Pandangan Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Absolut. 

Murniatmo,dkk (2000;243) Tedhak Siten adalah upacara pada saat anak turun tanah untuk pertama kali, atau disebut juga mudhunlemahatau unduhan, masyarakat beranggapan bahwa tanah mempunyai kekuatan gaib, disamping itu juga adanya suatu anggapan kuno bahwa tanah ada yang menjaga yaitu Batharakala. Maka dari itu sianak diperkenalkan kepada Batharakala sang penjaga tanah agar tidak marah dan mengganggu si anak, apabila Batharakala sampai marah berarti bencana akan menimpa si anak
Gatut Murniatmo, dkk. 2000. Khazanah Budaya Lokal. Yogyakarta: Adicita

Perlengkapan Upacara Tedhak Siten

Perlengkapan-perlengkapan yang digunakan dalam upacara ini adalah 

1. Sesaji selamatan yang terdiri dari : 
a. Nasi tumpeng dengan sayur mayurnya 
b. Jenang ( bubur) merah dan putih 
c. Jenang boro-boro 
d. Jajan pasar lengkap 

2. Juwadah (uli) tujuh macam warna yaitu merah, putih, hitam, kuning, biru, jambon (jingga), ungu 

3. Sekar (bunga) setaman yang ditempatkan didalam bokor besar dan tanah 

4. Tangga yang terbuat dari batang tebu merah hati 

5. Sangkar ayam (kurungan ayam) yang dihiasi janur kuning atau kertas warna-warni 

6. Padi, kapas, sekar telon (tiga macam bunga misalnya melati, mawar dan kenanga) 

7. Bermacam-macam barang berharga seperti gelang, kalung,peniti dan lain-lain 

8. Barang-barang bermanfaat (misalnya buku, alat tulis, dan sebagainya) yang dimasukkan kedalam bokor kencana. Bratawidjaja (2000:32-33)

Thomas Wiyasa Brata Wijaya . 2000. Upacara Tradisional Masayarakat Jawa. Jakarta: Sinar Harapan.



Tata Cara Upacara Adat Tedhak Siten/Siti

Bratawidjaja (2000:32-35) menyebutkan bahwa dalam upacara Tedhak Siten rangkaian upcara tersebut adalah : 
1. Anak yang bersangkutan dibimbing berjalan (dititah) dengan kakinya menginjak-injak juwadah yang berjumlah tujuh warna. 
2. Setelah selesai kemudian anak tersebut dinaikan ke tangga yang terbuat dari tebu merah hati 

3. Selanjutnya anak tersebut dimasukkan dalam kurungan ayam, di dalam kurungan ayam tersebut telah dimasukkan bokor yang berisikan padi, gelang, cincin, alat-alat tulis, kapas dan lain sebagainya. 

4. Bokor yang berisi macam-macam tadi didekatkan kepada anak, dengan maksud agar anak tersebut mengambil isi yang ada didalam bokor itu. 

5. Setelah sang anak mengambil salah satu benda dari dalam bokor misalnya gelang emas, pertanda sang anak kelak akan menjadi orang kaya. Apabila sang anak tersebut mengambil alat tulis pertanda bahwa sang anak akan menjadi pegawai kantor dan atau orang pandai. 

6. Setelah sang anak mengambil barang yang ada dalam bokor, kemudian beras kuning dan bermacam-macam uang logam ditabur-taburkan. Para tamu pun berebut demi menyemarakkan suasana 

7. Setelah selesai sang anak dimandikan dengan air bunga setaman agar sang anak sehat dan membawa nama harum bagi keluarga dikemudian hari. 

8. Setelah selesai dimandikan sang anak kemudian dipakaikan dengan pakaian baru yang bagus sedap dan menyenangkan orang tua dan para undangan. 

9. Selanjutnya bila telah selesai memakai pakaian, sang anak kemudian didudukkan didalam rumah diatas tikar atau karpet dan didekatkan lagi pada bokor berisi beras kuning, uang, barang-barabng berharga dengan maksud agar diambil lagi isinya. 

10. Untuk menggairahakan agar anak mengambil barang-barang yang ada didalam bokor maka orang tua sang anak member aba-aba dengan suara kur-kur-kur seperti memanggil ayam disertai dengan ditaburi beras kuning dan bermacam-macam uang serta barang-barang berharga.

Thomas Wiyasa Brata Wijaya . 2000. Upacara Tradisional Masayarakat Jawa. Jakarta: Sinar Harapan. 

0 Response to "Upacara Adat Tedhak Siten/Siti menurut Ahli"

Post a Comment