7+ Pengertian Disiplin Menurut Ahli (Fungsi,Macam,Unsur dan Pentingnya Disiplin)


Pengertian Disiplin




Istilah disiplin berasal dari bahasa latin “Disiplina” yang menunjuk kepada kegiatan belajar dan mengajar. Istilah tersebut sangat dekat dengan istilah dalam bahasa Inggris “Disciple” yang berarti mengikuti orang untuk belajar di bawah pengawasan seorang pemimpin (Tu‟u, 2004: 30).
Sumber: Tu‟u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

Khalsa (2007: 20) menjelaskan bahwa “disiplin adalah melatih melalui pengajaran atau pelatihan”. Disiplin berkaitan erat dengan proses pelatihan yang dilakukan oleh pihak yang memberi pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan pengajaran.
Khalsa, SiriNam S. 2007. Pengajaran Disiplin dan Harga Diri: Strategi, Anekdot, dan Pelajaran Efektif untuk Keberhasilan Manajemen Kelas. Jakarta: Indeks.

Koesoema (2011: 237), “istilah disiplin terutama mengacu pada proses pembelajaran”. Disiplin senantiasa dikaitkan dengan konteks relasi antara murid dan guru serta lingkungan yang menyertainya, seperti tata peraturan, tujuan pembelajaran dan pengembangan kemampuan dari murid melalui bimbingan guru
Koesoema, Doni. 2011. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.

Njoroge & Nyabuto (2014), disiplin adalah unsur yang sangat penting bagi keberhasilan prestasi akademik siswa. Disiplin sekolah memainkan peran penting dalam pencapaian harapan dan tujuan pembelajaran. Hal ini juga memainkan peran penting dalam akuisisi rasa tanggung jawab pada peserta didik serta pendidik.
Njoroge, Philomena Mukami and Ann Nduku Nyabuto. 2014. Discipline as a Factor in Academic Performance in Kenya. Journal of Educational and Social Research. (Online). Vol.4 No.1. Tersedia:http://www.mcser.org/journal/index.php/jesr/article/view/1847.

Dalam bahasa Indonesia, istilah disiplin sering terkait dan menyatu dengan istilah tata tertib dan ketertiban. Istilah ketertiban mempunyai arti kepatuhan seorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena dorongan atau disebabkan oleh sesuatu yang datang dari luar dirinya.

Zuriah (2011:83) yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan berdisiplin apabila melakukan pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan waktu dan tempatnya serta
dikerjakan dengan penuh kesadaran, ketekunan, keikhlasan atau tanpa paksaan
dari pihak manapun.
Zuriah, Nurul. 2011. Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.

Macam-macam Disiplin
Pembahasan mengenai macam-macam disiplin dijelaskan oleh Tu‟u (2004: 44-6) yakni:
1. Disiplin otoritarian
Disiplin otoritarian bersifat memaksa kehendak orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya. Dalam disiplin ini, peraturan dibuat sangat ketat dan rinci. Orang yang berada dalam lingkungan disiplin itu diminta untuk mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku. Apabila ada yang melanggar disiplin tersebut, maka akan mendapatkan sanksi atau hukuman berat. Sebaliknya, apabila berhasil mematuhi peraturan kurang mendapatkan penghargaan karena disiplin otoritarian sudah dianggap sebagai kewajiban.

2. Disiplin permisif
Disiplin permisif bersifat membebaskan seseorang untuk mengambil keputusan sendiri dan bertindak sesuai dengan keinginan hatinya. Dalam disiplin ini, tidak ada sanksi bagi pelanggarannya sehingga menimbulkan dampak kebingungan dan kebimbangan. Penyebabnya yaitu mereka tidak tahu mana yang diperbolehkan dan mana yang dilarang.

3. Disiplin demokratis
Pendekatan disiplin demokratis dilakukan dengan memberi penjelasan, diskusi dan penalaran untuk membantu anak memahami mengapa diharapkan mematuhi dan menaati peraturan yang ada. Teknik ini menekankan pada aspek edukatif bukan hukuman. Sanksi disiplin diberikan kepada seseorang yang melanggar sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan mendidik. Disiplin demokratis berusaha mengembangkan disiplin yang muncul karena kesadaran diri sehingga siswa memiliki disiplin diri yang kuat dan mantap. Dalam disiplin ini, siswa memiliki tanggung jawab dan kemandirian yang tinggi.
Sumber: Tu‟u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

Hurlock (2008: 93) juga mengemukakan mengenai macam-macam disiplin yakni:
1. Disiplin Otoriter
Dalam disiplin yang bersifat otoriter, orang tua dan pengasuh yang lain menetapkan peraturan-peraturan dan memberitahukan anak bahwa ia harus mematuhi peraturan-peraturan tersebut. Tidak ada usaha untuk menjelaskan pada anak mengapa ia harus patuh dan tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat tentang adil tidaknya peraturan-peraturan tersebut.

2. Disiplin yang Lemah
Filsafat yang mendasari teknik disiplin ini adalah melalui akibat dari perbuatannya sendiri, anak akan belajar bagaimana berperilaku secara sosial. Dengan demikian, tidak diajarkan peraturan-peraturan, ia tidak dihukum karena melakukan pelanggaran dan tidak diberi hadiah bagi anak yang berperilaku baik.

3. Disiplin demokratis
Disiplin ini menekankan pada anak untuk mengetahui mengapa peraturan-peraturan yang dibuat dan memperoleh kesempatan mengemukakan pendapatnya sendiri bila ia menganggap peraturan itu tidak adil. Terdapat pemberian hukuman bagi anak yang melanggar dan pemberian hadian bagi yang berperilaku baik.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi 5). Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. 2008. Jakarta: Erlangga.

Unsur-unsur Disiplin

Hurlock (2008: 92) membagi unsur-unsur disiplin menjadi tiga, yaitu:
1. Peraturan dan hukum yang berfungsi sebagai pedoman bagi penilaian yang baik.
2. Hukuman bagi pelanggaran peraturan dan hukum. Hukuman yang diberikan berupa sanksi yang mempunyai nilai pendidikan dan tidak hanya bersifat menakut-nakuti saja, akan tetapi bersifat menyadarkan anak agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.
3. Hadiah untuk perilaku yang baik atau usaha untuk berperilaku sosial yang baik. Hadiah dapat diberikan dalam bentuk verbal dan non verbal agar anak lebih termotivasi untuk berbuat baik lagi.

Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi 5). Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. 2008. Jakarta:Erlangga.

Pentingnya Disiplin
Disiplin berperan penting dalam membentuk individu yang berciri keunggulan. Disiplin sangat diperlukan bagi siswa agar ia memiliki budi pekerti yang baik (Shochib, 2010: 10). 
Shochib, Moh. 2010. Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.

Budi pekerti yang baik akan dimiliki siswa dengan jalan latihan berdisiplin. Sejalan dengan pendapat tersebut, Tu‟u (2004: 37) juga menjelaskan bahwa disiplin itu penting karena alasan berikut ini:
1. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya, siswa yang kerap kali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya.
2. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran.
3. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan dan disiplin. Dengan demikian, anak-anak dapat menjadi individu yang tertib, teratur dan disiplin.
4. Disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang.

Maman Rachman dalam Tu‟u (2004: 35) menjelaskan pentingnya disiplin bagi para siswa sebagai berikut:
1. Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang.
2. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.
3. Cara menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukkan peserta didik terhadap lingkungannya.
4. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lainnya.
5. Menjauhi siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah. 
6. Mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar.
7. Peserta didik belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat baginya dan lingkungannya. Kebiasaan baik itu menyebabkan ketenangan jiwanya dan lingkungannya.
Sumber: Tu‟u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

Selanjutnya Parker (2006: 144) menjelaskan pentingnya disiplin untuk:
1. Menjaga anak-anak tetap terjaga dan aman.
2. Mengajarkan anak untuk memikirkan orang lain termasuk orang tuanya.
3. Memberikan sebuah kondisi yang bisa diprediksi dan karenanya aman bagi mereka jika berada di sana.
4. Membantu anak-anak mengembangkan kemandirian yang konstruktif.
5. Memperjelas perbedaan antara perilaku yang diterima dan yang tidak diterima.
6. Menunjukkan bahwa setiap perbuatan memiliki akibat.
7. Membantu agar anak dengan mudah berhadapan dengan beragam kelompok, misalnya keluarga atau sekolah.
Parker, Deborah K. 2005. Menumbuhkan Kemandirian dan Harga Diri Anak. Diterjemahkan oleh Bambang Wibisono. 2006. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.


Fungsi Disiplin
Disiplin sangat penting dan dibutuhkan setiap siswa. Disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan berdisiplin yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja.
Tu‟u (2004: 38-42) menjelaskan fungsi disiplin sebagai berikut:
1. Menata kehidupan bersama
Disiplin berguna untuk menyadarkan seseorang bahwa dirinya perlu menghargai orang lain dengan cara menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku. Ketaatan dan kepatuhan itu membatasi dirinya merugikan pihak lain, tetapi hubungan dengan sesama menjadi baik dan lancar. Jadi, fungsi disiplin yaitu mengatur tata kehidupan manusia dalam kelompok tertentu atau masyarakat.

2. Membangun kepribadian
Kepribadian merupakan keseluruhan sifat, tingkah laku dan pola hidup seseorang yang tercermin dalam penampilan, perkataan dan perbuatan seharihari. Pertumbuhan kepribadian seseorang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga, pergaulan, masyarakat dan sekolah. Disiplin yang diterapkan di masing-masing lingkungan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. Disiplin membuat seseorang terbiasa mengikuti, mematuhi, menaati aturan-aturan yang berlaku. Kebiasaan itu lamakelamaan masuk ke dalam kesadaran dirinya sehingga akhirnya menjadi milik kepribadiannya. Jadi, lingkungan yang berdisiplin baik sangat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Apalagi seorang siswa yang sedang tumbuh kepribadiaannya, tentu lingkungan sekolah yang tertib, teratur, tenang, tenteram, sangat berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
3. Melatih kepribadian
Sikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin tidak terbentuk dalam waktu singkat. Semua itu terbentuk melalui proses panjang yang disebut latihan. Demikian pula, kepribadian yang tertib, teratur, taat, patuh, perlu dibiasakan dan dilatih. Latihan yang berulang-ulang diperlukan agar kepribadian berdisiplin yang sudah terbentuk tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang kurang baik.
4. Pemaksaan
Disiplin adalah sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Disiplin dapat terjadi karena dua hal. Pertama, disiplin terjadi karena dorongan kesadaran diri. Disiplin dengan motif kesadaran diri ini lebih baik dan kuat. Kedua, disiplin terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar. Disiplin atas dasar paksaan akan cepat pudar dan memberi pengaruh kurang baik bagi anak. Namun, disiplin berfungsi sebagai pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan itu. Walaupun disiplin yang terbentuk karena paksaan tersebut tidak tahan lama, akan tetapi dengan pendampingan guru di sekolah dan orang tua di rumah secara rutin melalui pembiasaan dan latihan disiplin dapat menyadarkan anak bahwa disiplin itu penting baginya.
5. Hukuman
Tata tertib sekolah biasanya berisi hal-hal positif yang harus dilakukan oleh siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut. Sanksi tersebut diharapkan mempunyai nilai pendidikan, tidak hanya bersifat menakut-nakuti siswa saja. Tata tertib yang sudah disusun dan disosialisasikan seharusnya diikuti dengan penerapan secara konsisten dan konsekuen. Siswa yang melanggar peraturan harus diberi sanksi disiplin agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan menyadari bahwa perbuatan yang salah akan membawa akibat yang tidak menyenangkan dan harus ditanggung olehnya.
6. Menciptakan lingkungan kondusif
Sekolah merupakan ruang lingkup pendidikan. Dalam proses pendidikan terdapat proses mendidik, mengajar dan melatih. Sekolah sebagai ruang lingkup pendidikan perlu menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang baik. Kondisi yang baik bagi proses tersebut yaitu kondisi aman, tenteram, tertib, teratur, saling menghargai dan hubungan pergaulan yang baik. Apabila kondisi itu terwujud, sekolah akan menjadi lingkungan kondusif bagi kegiatan dan proses pendidikan. Di tempat seperti itu, potensi dan prestasi siswa akan mencapai hasil optimal. Disiplin sekolah berfungsi mendukung terlaksanakannya proses dan kegiatan pendidikan. Hal ini dapat dicapai dengan merancang peraturan sekolah kemudian diimplementasikan secara konsisten dan konsekuen.
Sumber: Tu‟u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

0 Response to "7+ Pengertian Disiplin Menurut Ahli (Fungsi,Macam,Unsur dan Pentingnya Disiplin)"

Post a Comment