MAKALAH KOPERASI BMT

MAKALAH KOPERASI

BMT 

Add caption

Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang

Bank Syariah merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara bagi pihak yang berkelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana untuk kegiatan usaha dan kegiatan lainnya sesuai dengan hukum islam. yaitu dalam pelaksanaan operasional tidak menggunakan sistem bunga (riba), spekulasi (maisir), dan ketidakpastian atau ketidak jelasan (gharar).

Didirikannya bank syariah dilatarbelakangi oleh keinginan umat islam untuk menghindari riba dalam kegiatan muamalahnya; memperoleh kesejahteraan lahir batin melalui kegiatan muamalah yang sesuai dengan perintah agamanya. Kegiatan muamalah menurut Ust.Rasyid Ridho, muamalah adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa dengan aturan yang telah ditentukan sebelumnya.  Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam terbesar di dunia juga telah merasakan kebutuhan akan adanya bank yang diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan jasa-jasa perbankan kepada semua umat islam dan penduduk di Indonesia yang beroperasi tanpa riba

Maka lahirlah lembaga keuangan non bank yang di sebut dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Baitul Maal wa Tamwil (BMT) merupakan salah satu perintis lembaga keuangan non bank dengan prinsip syari’ah di indonesia. Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sebagai lembaga ekonomi yang bermisi memberdayakan pengusaha kecil bawah dan kecil yang menerapkan prinsip syari’ah, telah terbukti berperan dalam membangun perekonomian masyarakat khususnya lapisan bawah. Dikarenakan perannya yang sangat strategis inilah, akhirnya pada tanggal 7 Desember 1997 Presiden RI berkenan mencanangkan BMT sebagai gerakan nasional dalam rangka memberdayakan masyarakat lapisan bawah

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana sejarah berdirinya BMT Fajar Mulya Ambarawa?
2. Bagaimana kelembagaan BMT Fajar Mulya Ambarawa?
3. Apa saja kegiatan BMT Fajar Mulya Ambarawa?
4. Bagaimana Strategi pemasaran BMT Fajar Mulya Ambarawa?
5. Apa saja permasalahan di BMT Fajar Mulya Ambarawa?


C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
1. Mengetahui sejarah berdirinya BMT Fajar Mulya Ambarawa
2. Mengetahui kelembagaan BMT Fajar Mulya Ambarawa
3. Mengetahui kegiatan BMT Fajar Mulya Ambarawa
4. Mengetahui Strategi pemasaran BMT Fajar Mulya Ambarawa
5. Mengetahui permasalahan di BMT Fajar Mulya Ambarawa

D. Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari Bab I adalah pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah tujuan dan sistematika, Bab II yaitu pembahasan terdiri dari sejarah berdirinya BMT Fajar Mulya Ambarawa, Struktur kelembagaan BMT Fajar Mulya Ambarawa, kegiatan BMT Fajar Mulya Ambarawa, Strategi pemasaran BMT Fajar Mulya Ambarawa permasalahan di BMT Fajar Mulya Ambarawa kemudian ditutup dengan Bab III dengan simpulan dan saran.

Bab II Pembahasan

1. Sejarah BMT Fajar Mulya Ambarawa

Tahun 1993 berdiri Lembaga Keuangan Mikro bernama “Mardlotillah”. Sumber dana diperoleh dari infaq 12 orang, kemudian berkembang menjadi 61 orang. Seluruh dana dialokasikan untuk pedagang kecil dengan pola bagi hasil. Tujuannya mengurangi ketergantungan kepada rentenir. Dalam perjalanannya, tingkat efektifitas operasional begitu terbatas mengingat hanya dikelola 2 orang.

Kemudian Pada tahun 1995 digulirkan rencana untuk melakukan profesionalisasi kelembagaan dan manajemen guna mengembangkan usaha. sehingga Pada tanggal 2 januari 1996 “Mardlotillah” resmi berdiri dengan merubah nama menjadi “BMT Fajar Mulia” Penetapan legalisasi badan hukum Koperasi baru terlaksana setelah operasional usaha berjalan lebih dari 2 ( dua ) tahun, yakni tahun 1998 Pada tanggal 21 September, disahkan oleh Menteri Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah dengan Surat Keputusan Nomor 006/BH/KWK.II.I/K/98.

Bulan Mei tahun 2002 BMT Fajar Mulia diberi amanah oleh pengurus Koperasi Mujahidin Ambarawa untuk mengambil alih pengelolaan BMT Mujahidin Ambarawa. Untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat diwilayah kerja BMT Fajar Mulia, maka pada bulan Agustus tahun 2002 BMT Mujahidin Ambarawa berganti nama menjadi BMT Fajar Mulia Ambarawa 

2. Kelembagaan BMT Fajar Mulya Ambarawa

A. Identitas Umum 
1. Nama Koperasi             : Baitul Maal wa Tamwil (BMT) FAJAR MULIA 
2. Nomor Badan Hukum    : 006/BH/KWK.II.I/IX/98
3. Jenis Aspek legalitas : Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS)
4. Tanggal Badan Hukum : 21 September 1998
5. Alamat                            : 
Kantor Pusat : Jln Gatot Subroto No. 77, Ungaran
Kantor Operasional :
1. Ungaran Plaza Blok A4-A5, Ungaran, Telp. (024)6922386
2. Jl. Jendral Sudirman 25 C, Ambarawa, Telp. (0298) 591234
3. Jl. Tirtomoyo No. 46, Bandungan,Telp. (0298) 712257
4. Jl Raya Gunungpati, Kp. Ngabean No. 3, Telp. (024) 70776839

B. VISI : 
Visi yang diterapkan oleh BMT Fajar Mulia adalah lembaga keuangan syari’ah yang amanah, professional, mandiri, dan berjama’ah di kabupaten Semarang. Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pencapaian Visi tersebut adalah: 

1. Amanah (credible) 
Kepercayaan masyarakat adalah modal dasar berdirinya BMT Fajar Mulia, maka sikap hidup penuh kejujuran, tidak melakukan aktivitas yang mengkhianati kepercayaan anggota baik diketahui anggota maupun tidak, saling percaya antar sesama karyawan, harus menjadi acuan dalam menggerakkan roda usaha BMT Fajar Mulia. 
2. Cerdas (Profesional) 
Pengelolaan usaha harus dilakukan secara cerdas, memenuhi kaidah-kaidah profesionalitas, agar kepercayaan masyarakat semakin bertambah. Maka, pengelola harus memiliki sikap terus menerus meningkatkan ilmu dan wawasan, mengembangkan jiwa kreatif, dan selalu komitment pada nilai-nilai organisasi. 
3. Mandiri 
Secara bersama membangun kemandirian dalam menanggulangi masalah bersama. 
4. Berjama’ah 
Dalam melakukan aktivitas BMT bersama-sama dengan lembaga ekonomi syari’ah lainnya berhubungan, merapatkan barisan, bekerjasama, saling mendukung untuk terus menerus memperbaiki tingkat kesehatan, kapasitas kelembagaan, dan kemampuan financial bersama dalam rangka mewujudkan tatanan ekonomi syari’ah menuju sejahtera yang diridloi-Nya.

C. Misi :
 Untuk mewujudkan Visi di atas, Misi yang diemban BMT Fajar Mulia adalah: 
1. Membangun sumber daya insani yang menguasai teknologi manajemen keuangan yang dilandasi semangat keimanan, keislaman, dan kebersamaan. 
2. Mengembangkan jiwa kewirausahaan dan memasyarakatkan system ekonomi syariah melalui prinsip-prinsip kerjasama saling menguntungkan dalam satu jaringan terpadu

D. Tujuan Lembaga
1. Mewujudkan system ekonomi syariah di masyarakat
2. Terpenuhinya kesejahteraan ummat
3. Terbinanya sumber daya insani yang memiliki keunggulan kompetitif dalam lingkup jam’iyah

E. Struktur Organisasi BMT Fajar Mulia:

1. Pengawas : Mengawasi jalannya operasional lembaga sesuai dengan asas-asas kepatuhan.
2. Pengurus : Mengarahkan pelaksanaan pengelolaan lembaga yang dijalankan oleh pengelola agar tetap mengikuti kebijaksanaan dan keputusan yang telah disetujui oleh rapat anggota.
3. Manajer : Memimpin operasional lembaga dan merealisasikan visi dan misi
lembaga.
4. Kabag Umum : 
a. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan kerumahtanggaan dan kesekretaritan.
b. Bertanggung jawab atas system dan implementasi penelitian dan pengembangan (Litbang) lembaga.
c. Bertanggung jawab atas desain dan implementasi kegiatan baitul maal.
d. Bertanggung jawab atas kegiatan non operasional lembaga seperti promosi, event-event yang diadakan oleh lembaga, dll (EO / Event Organiser).
5. Kabag SDM
1. Bertanggung jawab atas kegiatan kepersonaliaan.
2. Menyelenggarakan desain ketenagakerjaan, implementasi dan pengendaliaannya.
6. Kabag Pemasaran : Bertanggung jawab atas system dan implementasi penggalangan (Penghimpun) dana beserta evaluasinya.
7. Kabag Pembiayaan : Bertanggung jawab atas systemdan implementasi penyaluran dana produktif beserta evaluasinya.
8. Kabag Keuangan :
a) Bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengendalian keuangan group.
b) Bertanggung jawab atas system akuntansi beserta implementasi dan evaluasinya.
9. Kasubag Akuntansi :
a) Bertanggung jawab atas penyajian laporan keuangan kantor operasional.
b) Bertanggung jawab atas pemeliharaan semua dokumen, bukti-bukti pembukuan secara teratur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c) Sebagai kasir kantor pusat.
10. PLT (Pengelola Lintas Tugas) : Bertanggung jawab atas efesiensi dan efektifitas operasional kantor operasional manapun.
11.KAOP (Kepala Operasional) : 
1. Penanggung jawab usaha dan organisasi di kantor operasional.
2. Sebagai perpanjangan tangan dari fungsi manajemen kantor.
3. Jenis Kegiatan BMT Fajar Mulya Ambarawa

BMT Fajar Mulia memadukan dua visi utama,yaitu:
1. BAITUL MAAL, adalah unit kegiatan yang bervisi sosial, yakni menghimpun dana-dana sosial seperti zakat, infak, shadaqoh dari masyarakat dan menyalurkannya sesuai dengan ketentuan syariat (produktif dan konsumtif)
2. BAITUT TAMWIL, adalah unit kegiatan yang bervisi bisnis, yakni menghimpun dana dari anggota, berupa simpanan dan modal, dan menyalurkannya untuk pembiayaan usaha produktif anggota. 


Produk-Produk
a. Si Suka (Simpanan Sukarela Berjangka)
Si Suka adalah simpanan berjangka yang berdasarkan prinsip mudharabah, dengan prinsip ini simpanan dari shohibul maal (pemilik modal) akan diperlakukan sebagai investasi oleh mudharib (pengelola dana). BMT akan memanfaatkan dana tersebut secara produktif dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat dengan profesional dan sesuai syariah. Hasil usaha tersebut dibagi antara pemilik modal dan BMT sesuai nisbah (porsi) yang telah disepakati di awal
b. Si Rela (Simpanan Sukarela Lancar)
Si Rela adalah produk simpanan yang dikelola berdasarkan prinsip mudharabah, yaitu anggota sebagai shohibul maal (pemilik dana) sedangkan BMT sebagai mudhorib (pelaksana/pengelola usaha), atas kerjasama ini berlaku sistem bagi hasil dengan nisbah yang telah disepakati di muka.
c. Si Suqur (Simpanan Persiapan Qurban)
Si Siqur adalah simpanan persiapan qurban. Simpanan ini bisa diambil waktu hari raya Idul Adha dan ini tidak terikat, simpanannya bisa dibuat apa saja dan tidak terikat untuk qurban
d. Si Haji (Simpanan Haji)
Si Haji adalah simpanan yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan untuk menunaikan ibadah haji. Penarikan dilakukan satu kali. Simpanan ini menggunakan prinsip mudharabah mutlaqah sehingga akan mendapatkan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah 20% (mitra): 80% (BMT)


4. Strategi Pemasaran BMT Fajar Mulya Ambarawa
Sebelum melakukan proses pemasaran, manajemen BMT Fajar Mulia Ambarawa melakukan perencanaan pemasaran terlebih dahulu, sehingga seorang marketing mengetahui langkah-langkah memasarkan produk agar memperoleh hasil yang maksimal sesuai yang di harapkan BMT
Adapun perencanaan pemasaran di BMT Fajar Mulia cabang Ambarawa,
sebagai berikut:
1. Menentukan sasaran yaitu masyarakat sekitar baik masyarakat mikro atau pengusaha mikro.
2. Menentukan produk yang sesuai sasaran yaitu produk yang sesuaidengan kapasitas calon nasabah. 
3. Persiapan Sumber Daya Manusia (SDM), karena seorang marketing di BMT Fajar Mulia diharuskan mampu menguasai keseluruhan produk yang ada di BMT, dengan tujuan calon nasabah yang ditawari produk tersebut paham dan bisa tertarik, dan diharapkan bisa closing.
Setelah menyusun perencanaan pemasaran, barulah seorang marketing survey langsung ke lapangan. Dalam hal ini seorang merketing mendatangi langsung calon nasabah. Hal pertama yang harus dilakukan dalam survey lapangan, seorang marketing melakukan silaturahmi dengan pengenalan mengenai BMT Fajar Mulia. Namun sebelum merekrut nasabah lain (orang lain), pemasar Fajar Mulia diharuskan bisa merekrut kerabat-kerbatnya untuk menjadi nasabah di BMT Fajar Mulia, karena hal tersebut bisa menjadi pemicu kepada nasabah lain.

Upaya meningkatkan pemasaran di BMT Fajar Mulia
1. Mempertahankan pendekatan dengan calon nasabah yang belum closing dan menjalin hubungan baik dengan calon nasabah tersebut
2. Mempertahankan hubungan baik dengan nasabah, misal apabila nasabah ulang tahun memberi ucapan selamat, nasabah terkena musibah maka ditengok.
3. Bertanggungjawab dan amanah dalam mengelola dana-dana dari nasabah. Sehingga BMT Fajar Mulia memperoleh citra yang baik dari masyarakat.
4. Silaturahmi bertujuan untuk menjalin suatu kekeluargaan yang akan menciptakan suatu kepercayaan bagi nasabah atau calon nasabah.
5. Mengadakan pertemuan rutin seiap satu bulan sekali dengan masing-masing cabang BMT Fajar Mulia, guna mendiskusikan mengenai pengalaman di lapangan
6. Mendatangkan motivator pemasaran sehingga dapat memotivasi para marketing di BMT Fajar Mulia dan dapat memberikan solusi-solusi dalam proses pemasaran.
7. Struktur pimpinan ikut survey langsung ke lapangan, sehinggan bisa mengetahui kesulitan yang dihadapi seorang marketing.

5. Permasalahan di BMT Fajar Mulya Ambarawa
a. Kredit Macet
Tahun 2015 BMT Fajar Mulia Kantor pusat diterpa kredit macet nasabahnya. setelah ratusan debitur gagal membayar pinjaman mereka yang berjumlah total Rp 3 miliar. Diantara debitur tersebut terdapat nama Bambang Guritno yang pernah menjadi Bupati Semarang serta seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Semarang asal Kecamatan Bringin. Akibat Kredit Macet ini. Berdampak pada BMT Fajar Mulia Cabang Ambarawa, Bandungan dan Gunungpati. 

Upaya Untuk menanggulanginya adalah Pengelola BMT Fajar Mulia telah berupaya agar kredit macet ini tidak mengganggu cash flow. Namun upaya itu tak berhasil karena nasabah terpancing melakukan rush atau penarikan uang tunai secara besar-besaran. Padahal total tabungan nasabah mencapai Rp 7 miliar juga sudah diputar untuk kredit dan aset. Pengelola BMT Fajar Mulia juga tidak digaji selama sekitar tujuh bulan serta pengurus  juga habis-habisan asetnya untuk nomboki pengembalian dana nasabah.

III. PENUTUP

A. Simpulan
BMT Fajar Mulia Ambarawa adalah salah satu Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) dimana kegiatan utamanya adalah simpan pinjam keuangan. BMT Fajar Mulia Ambarawa adalah salah satu dari 4 anak cabang dari BMT Fajar Mulia Ungaran. Terdapat banyak strategi dalam upaya meningkatkan pemasaran lembaga salah satunya dengan mendekatkan diri ke nasabah, masalah utama BMT Fajar Mulia Ambarawa adalah Kredit macet yang menimpa BMT Fajar Mulia Ungaran sehingga berdampak langsung ke BMT Fajar Mulia Ambarawa. 

B. Saran
Kredit macet disebabkan orang yang melakukan pinjaman tidak mengembalikan pinjaman tepat waktu. Bila seperti itu koperasi harus tegas dalam memberikan peraturan. Dalam peraturan di terapkan bahwa , bila ingin meminjam dana atau pun barang, orang meminjam harus memiliki jaminan agar koperasi pun bisa mencari atau menghubungi orang tersebut bila waktu yg diberikan oleh koperasi untuk mengembalikan dana atau barang yang sudah dipinjam.

Daftar Pustaka
Ali, Zainuddin.2008.Hukum Perbankan Syariah.Jakarta:Sinar Grafika
Wibowo,Edy& Untung Hendi.2005. Mengapa Memilih Bank Syariah. Bogor : Ghalia
Indonesia
Wawancara,dengan Nur Wachid selaku Marketing BMT Fajar Mulia Ambarawa, tanggal 26 Maret 2016

http://jateng.tribunnews.com/2015/02/15/diterpa-kredit-macet-kepala-bmt-fajar-mulia-ungaran-siap-tanggung-jawab
bmtfm.blogspot.com

0 Response to "MAKALAH KOPERASI BMT "

Post a Comment