Pengertian Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining menurut ahli

Pengertian Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining menurut ahli


Pengertian
Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 siswa secara heterogen (Trianto, 2007:52).
Daftar pustaka : Trianto.(2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstuktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Menurut Suprijono (2009:128), model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah model yang melibatkan keaktifan siswa yang memiliki enam sintaks, yaitu: 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, 2) Guru mendemonstrasikan/menyajikan materti, 3) memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep, 4) Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa, 5) Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu, 6) Penutup. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan metode pembelajaran aktif. Hakikatnya pembelajaran aktif untuk mengarahkan atensi peseta didik terhadap materi yang dipelajarinya
Suprijono. 2009. Cooperative Learning (Teori & Aplikasi PAIKEM). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Langkah-langkah Penerapan Model Pembelajarn Student Facilitator and Explaining 
Menurut Suprijono (2009: 128) terdapat enam langkah dalam pelaksanaan model pembelajarn Student Facilitator and Explaining, yaitu sebagai berikut: 
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Guru menjelaskan tujuan belajarnya, menyampaikan ringkasan dari isi dan mengaitkan dengan gambaran yang lebih besar mengenai silabus atau skema kerja. 
b. Guru mendemonstrasikan atau menyajikan materi. 
Guru menyajikan materi yang dipelajari pada saat itu dan siswa memperhatikan. Setelah selesai menjelaskan guru membagi siswa menjadi berkelompok secara heterogenitas. Guru menjelaskan dan mencontohkan kepada siswa bagaimana membuat bagan/peta konsep. Kemudian guru bisa meminta siswa untuk mencatat apa yang telah mereka ketahui atau yang bisa dilakukan, berkaitan dengan aspek apapun yang berhubungan dengan materi tersebut. Guru juga bisa meminta siswa saling bertukar pikiran sehingga mereka lebih percaya diri. 
c. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. 
Dalam tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep. Meminta seorang sukarelawan untuk maju dan menjelaskan di depan kelas apa yang dia ketahui. Siswa lain boleh bertanya, dan sang sukarelawan berhak berkata “lewat” jika dia tidak yakin dengan jawabannya dan guru dapat menambahkan komentar pada tahap berikutnya. 
d. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa. 
Ketika sang sukarelawan menjelaskan apa yang mereka ketahui di depan kelas, guru mencatat poin-poin penting untuk diulas kembali. Informasi yang tidak akurat, ide yang kurang tepat atau yang hanya dijelaskan separuh, miskonsepsi, bagian yang hilang, hal ini bisa ditangani langsung sehingga siswa tidak membentuk kesan yang salah, atau mereka dapat membuat dasar dari rencana pembelajaran yang telah diperbaiki untuk beberapa pelajaran berikutnya. 
e. Guru menerangkan semua materiyang disajikan saat itu. 
Guru menjelaskan keseluruhan dari materi agar siswa lebih memahami materi yang sudah dibahas pada saat itu. 
f. Penutup. 
Suprijono. 2009. Cooperative Learning (Teori & Aplikasi PAIKEM). Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining 
Setiap model yang sudah ada selama ini memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan model Student Facilitator and Explaining memiliki kedua hal tersebut. 
a. Kelebihan 
1) Dapat mendorong tumbuh dan berkembangya potensi berpikir kritis siswa secara optimal. 
2) Melatih siswa aktif, kreatif dalam menghadapi setiap permasalahan. 
3) Mendorong tumbuhnya tenggang rasa, mau mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain. 
4) Mendorong tumbuhnya sikap demonstrasi.
5) Melatih siswa untuk meningkatkan kemampuan saling bertukar pendapat secara obyektif, rasional guna menemukan suatu kebenaran dalam kerjasama anggota kelompok. 
6) Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat siswa secara terbuka. 
7) Melatih siswa untuk selalu dapat mandiri dalam menghadapi setiap masalah. 
8) Melatih kepemimpinan siswa. 
9) Memperluas wawasan siswa melalui kegiatan saling bertukar informasi, pendapat dan pengalaman antar mereka. 
b. Kekurangan 
1) Timbul rasa yang kurang sehat antar siswa satu dengan yang lainnya. 
2) Peserta didik yang malas mungkin akan menyerahkan bagian pekerjaannya kepada siswa yang pintar. 
3) Penilaian individu sulit karena tersembunyi dibalik kelompoknya. 
4) Model Student Facilitator and Explaining memerlukan persiapan yang rumit dibanding dengan model lain, misalnya model ceramah. 
5) Apabila terjadi persaingan yang negatif hasil pekerjaan akan memburuk. 
6) Peserta didik yang malas memiliki kesempatan untuk tetap pasif dalam kelompoknya, dan memungkinkan akan mempengaruhi kelompoknya sehingga usaha kelompok tersebut gagal.


0 Response to "Pengertian Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining menurut ahli"

Post a Comment