STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN APLIKASINYA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI
DAN APLIKASINYA DALAM MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Nurjannah Nasution

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Padangsidimpuan
e-mail: jannahnst93@gmail.com



A.    PEMBAHASAN
1.      Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri
Istilah inkuiri berasal dari Bahasa Inggris, yaitu inquiry yang berarti  pertanyaan atau penyelidikan. Pembelajaran inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Model pembelajaran ini dikembangkan oleh seorang tokoh yang bernama Suchman. Suchman meyakini bahwa anak-anak merupakan individu yang penuh rasa ingin tahu akan segala sesuatu.
Pembelajaran inquiry merupakan suatu srategi atau siasat yang digunakan guru untuk mengajar kedepan kelas.  Adapun pelaksanaannya  yaitu guru membagi tugas meneliti sesuatu masalah, siswa dibagi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu. Kemudian mereka mempelajari, meneliti dan membahas tugasnya didalam kelompok. Setelah hasil kerja kelompok mereka mendiskusikan, kemudian baru didiskusikan dalam forum.
Strategi pembelajaran inkuiri banyak dipengaruhi oleh aliran belajar kognitif yang dipelopori oleh Piaget. Menurut aliran ini, belajar pada hakikatnya adalah proses mental dan proses berpikir dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal. Belajar lebih dari sekedar proses menghafal dan menumpuk ilmu pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan yang diperolehnya bermakna untuk siswa melalui keterampilan berpikir. Aliran belajar kognitif melahirkan berbagai teori belajar, seperti teori belajar Gestalt, medan dan  konstruktivistik. Menurut teori-teori belajar yang beraliran kognitif, belajar pada hakikatnya bukan peristiwa behavioral yang dapat diamati tetapi proses mental seseorang untuk memaknai lingkungannya sendiri.
Menurut Wina Sanjaya, strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pembelajaran inkuiri dibangun dengan asumsi bahwa sejak lahir manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya atau memiliki rasa ingin tau. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam di sekililingnya tersebut merupakan kodrat sejak ia lahir ke dunia, melalui indra penglihatan, pendengaran, dan indra-indra lainnya. Hingga dewasa keinginan itu terus berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimilikinya akan menjadi bermakna manakala didasari oleh keingintahuan tersebut.
Tujuan utama pembelajaran inkuiri adalah menolong siswa untuk dapat menembangkan disiplin intelektual dan ketrampilan berpikir dengan memberkan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran dan mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.
Menurut Slemato, strategi pembelajaran inkuiri merupakan cara penyampaian bahan pengajaran dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mengembangkan potensi intelektualnya dalam jalinan kegiatan yang disusunya sendiri untuk menemukan sesuatu sebagai jawaban yang meyakinkan terhadap permasalahan yang di hadapkan kepadanya melalui proses pelacakan data dan informasi serta pemikiran yang logis, kritis,dan sistematis.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemebelajaran inkuiri adalah sebuah streategi yang menekankan pada proses berfikir secara sistematis, kritis, dan analisis untuk mencari dan menumukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang di hadapi, baik didalam proses pembelajaran maupun di lingkungan dimana mereka berada, sehingga di harapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri, dan kebermaknaan hidup.

2.    Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri
a.    Berorientasi pada Pengembangan Intelektual
Telah disebutkan sebelumnya bahwa tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir, karena inkuiri didasari oleh teori kognitif yang menekankan arti penting proses internal seseorang. Untuk itu, strategi pembelajaran ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi kepada proses belajar. Sehingga kriteria keberhasilan dari suatu proses pembelajaran inkuiri ditentukan oleh sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. Pada pembelajaran inkuiri ini yang dinilai adalah proses menemukan sendiri hal baru dan proses adaptasi yang berkesinambungan secara tepat dan serasi antara hal baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.
b.    Prinsip Interaksi
Pada dasarnya proses pembelajaran adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Keseluruhan proses pembelajaran akanmembantu siswa menjadi mandiri, percaya diri dan yakin pada kemampuan intelektualnya sendiri untuk terlibat secara aktif. Guru hanya perlu menjadi fasilitator dan mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka. Guru juga harus memfokuskan pada tujuan pembelajaran, yaitu mengembangkan tingkat berpikir yang lebih tinggi dan keterampilan berpikir kritis siswa.

c.    Prinsip Bertanya
Dalam hal ini, prinsip bertanya adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dan mengantarkan pada pengujian dan eksplorasi bermakna. Selama pembelajaran inkuiri, guru dapat mengajukan suatu pertanyaan atau mendorong siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri, yang dapat bersifat open-ended, memberi peluang siswa untuk mengarahkan penyelidikan mereka sendiri dan menemukan jawaban-jawaban yang mungkin dari mereka sendiri dan mengantar pada lebih banyak pertanyaan lain.
Oleh karena itu berbagai teknik bertanya perlu dikuasai oleh setiap guru, apakah itu hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa, bertanya untuk melacak, bertanya untuk mengembangkan kemampuan, atau bertanya untuk menguji. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.
d.   Prinsip Belajar untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah suatu proses berpikir (learning how to think), yaitu proses mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
e.    Prinsip Keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Oleh sebab itu, siswa perlu diberikan kebebasan untuk mencoba sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Peran guru adalah menyediakan ruang kepada siswa untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukannya.

3.    Prosedur Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Inkuiri
            Secara umum, proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut, yaitut:
a.    Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berfikir memecahkan masalah. Langkah orientasi merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan SPI sangat tergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah:
1)   Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
2)   Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan masalah sampai dengan merumuskan kesimpulan.
3)   Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar siswa.

Untuk itu, beragam cara dan variasi dapat dilakukan guru agar dapat mengorientasikan siswa kepada suatu permasalahan. Seringkali siswa tidak menyadari pada suatu keadaan atau fenomena sesungguhnya terdapat suatu permasalahan, atau sesuatu yang dapat dijadikan pertanyaan untuk dipelajari secara lebih mendalam. Untuk mengorientasikan siswa terhadap masalah ini, guru harus memiliki kreativitas sehingga stimulus atau rangsangan yang diberikan benar-benar menarik bagi siswa. Rasa ingin tahu akan suatu hal akan membimbing siswa terhadap suatu permasalahan untuk dipelajari bersama-sama di kelas atau kelompoknya.
b.    Merumuskan Masalah
Pada langkah ini guru membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan teka-teki itu. Proses berpikir dan mencari jawaban teka-teki itulah yang sangat penting dalam strategi inkuiri. Oleh karena itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah, di antaranya:
1)   Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Siswa akan memiliki motivasi belajar yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji.
2)   Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti.
3)   Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa. Artinya, sebelum masalah itu dikaji lebih jauh melalui proses inkuiri, guru perlu yakin terlebih dahulu bahwa siswa sudah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep yang ada dalam rumusan masalah.
c.    Mengajukan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Kemampuan atau potensi individu untuk berfikir pada dasarnya sudah dimiliki sejak individu itu lahir. Potensi berfikir itu dimulai dari kemampuan setiap individu untuk menebak atau mengira-ira (berhipotesis) dari suatu permasalahan.
Oleh sebab itu, potensi untuk mengembangkan kemampuan menebak pada setiap individu harus dibina. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.
d.   Mengumpulkan Data
Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pemgumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.


e.    Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
f.     Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

4.    Keseriusan dalam Pengaplikasian Strategi Pembelajaran Inkuiri
                        Dalam mengaplikasikan strategi pembelajaran inkuiri dalam proses pembelajaran yang dimana pendidik harus serius dalam mengarahkan siswa. Artinya pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered) bukan pada guru (teacher centered). Dalam hal tersebut, maka strategi inkuiri dikembangkan. Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut:
a.    Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara mak­simal untuk mencari dan  menemukan. Artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.
b.    Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri {self belief). Untuk itu, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sum­ber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Akti­vitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara gu­ru dan siswa serta kemampuan guru dalam menggunakan teknik berta­nya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
c.    Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Untuk itu, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

                        Untuk itu, agar strategi pembelajaran inkuiri akan efektif manakala:
a.    Guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan, yang terpenting adalah proses belajar.
b.    Bahan bukan berbentuk fakta atau konsep, tetapi kesimpulan yang memerlukan pembuktian.
c.    Proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu.
d.   Rata-rata siswa mempunyai kemauan dan kemampuan berpikir. 
e.    Jumlah siswa tidak terlalu banyak sehingga mudah dikendalikan.
f.     Guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakan pendekatan berpusat pada siswa.
            Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri akan lebih menarik karena akan membuat siswa terlibat secara aktif. Dimana pengetahuan yang dimiliki siswa akan bermakna manakala didasari oleh keingintahuan. Sebab, pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembela­jaran yang menekankan pada proses berpikir.

5.    Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri merupakan pembelajaran yang banyak dianjurkan, karena  memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, yaitu sebagai berikut:
a.    Keunggulan
1)   Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang,  sehingga pembelajaran melalui pembelajaran ini dianggap jauh lebih bermakna.
2)   Pembelajaran ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
3)   Pembelajaran ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
4)   Keunggulan lain adalah dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

b.    Kelemahan
1)   Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2)   Sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur kebiasaan dalam belajar siswa.
3)   Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
4)   Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka  strategi  ini tampaknya akan sulit diimplementasikan.

6.     Ayat Al-Qur`an dan Hadist tentang Strategi Pembelajaran Inkuiri.
Strategi pembelajaran inkuiri adalah proses berpikir. Maka Allah SWT menyuruh manusia untuk menggunakan akal pikiran. Aql (daya berpikir),  berpusat di kepala. Menurut Al-Ghazali, akal adalah suatu jembatan untuk mencapai suatu ilmu, sedangkan ilmu adalah satu dan tidak terbagi ataupun menempati suatu ruang.
  

b.    Hadist
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا قَالَ كُنْتُ قَائِمًا عَلَى الْحَيِّ أَسْقِيهِمْ عُمُومَتِي وَأَنَا أَصْغَرُهُمْ الْفَضِيخَ فَقِيلَ حُرِّمَتْ الْخَمْرُ فَقَالُوا أَكْفِئْهَا فَكَفَأْتُهَا قُلْتُ لِأَنَسٍ مَا شَرَابُهُمْ قَالَ رُطَبٌ وَبُسْرٌ فَقَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ أَنَسٍ وَكَانَتْ خَمْرَهُمْ فَلَمْ يُنْكِرْ أَنَسٌ وَحَدَّثَنِي بَعْضُ أَصْحَابِي أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَتْ خَمْرَهُمْ يَوْمَئِذٍ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari Ayahnya dia berkata; saya mendengar Anas berkata; "Aku pernah menjadi pelayan yang bertugas menuangkan minuman kepada paman-pamanku di suatu tempat, sementara diriku adalah yang paling muda di antara mereka, ketika itu aku menuangkan Fadlih (minuman keras dari perasan kurma muda) tiba-tiba ada yang berkata; "Sesungguhnya khamar telah di haramkan." Lantas mereka berkata; "Tumpahkanlah" maka aku pun menumpahkannya. Aku bertanya kepada Anas; "Apakah yang mereka minum waktu itu?" dia menjawab; "yaitu ruthab (minuman keras dari perasan kurma basah) dan busr (minuman keras dari perasan kurma muda atau masih pentil)." Abu Bakar bin Anas berkata; "Seperti itulah khamr mereka, sementara Anas tidak mengingkarinya." Dan sebagian sahabatku juga pernah menceritakan kepadaku bahwa dia pernah mendengar Anas bin Malik berkata; "Seperti itulah khmar mereka waktu itu." (HR. Bukhori No. 5155).

Dari hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran berpusat pada individu. Artinya dalam dunia pendidikan proses berpikir berpusat pada peserta didik (student center).

7.      Aplikasi Strategi Pembelajaran Inkuiri dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Strategi pembelajaran inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. Kemudian aplikasinya terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bahwa mata pelajaran tersebut memiliki isi yang sangat kompleks. Untuk itu, materi Pendidikan Agama Islam tidak saja dipelajari dari segi teori belaka, akan tetapi lebih penting bagaimana penjiwaan dari nilai-nilai ajaran agama yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, pembelajaran inkuiri sebagai strategi yang digunakan dalam hal ini.
Strategi pembelajaran inquiri merupakan bentuk pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa dapat memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran inkuiri adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada siswa untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya guru Pendidikan Agama Islam dapat menyampaikan materi dengan penuh keaktifan, inovatif, kreatif dan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Dalam hal ini, sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran serta mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang dikemukakan dalam proses Inkuiri.


B.     KESIMPULAN
1.    Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Inkuiri
2.    Prinsip-prinsip penggunaan strategi pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut:
a.    Beriorientasi pada pengembangan intelektual
b.    Prinsip interaksi
c.    Prinsip Bertanya
d.   Prinsip belaja untuk berpikir
e.    Prinsip keterbukaan
3.    Prosedur pelaksanaan strategi pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut:
a.    Orientasi
b.    Merumuskan masalah
c.    Mengajukan hipotesis
d.   Mengumpulkan data
e.    Menguji hipotesis
f.     Merumuskan kesimpulan
4.    Keseriusan dalam pngaplikasian strategi pembelajaran inkuiri, yaitu bahwa
seorang pendidik harus focus dalam menerapkan strategi pembelajaran inkuiri. Artinya strategi tersebut burpusat pada peserta didik yang dimana dalam proses pembelajan peserta didiklah yang lebih aktif.
5.    Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran inkuiri, yaitu sebagai berikut:
a.    Keunggulan
1)   Menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
2)   Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
3)   Strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern.
4)   Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
b.    Kelemahan:
1)   Sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2)   Sulit dalam merencanakan pembelajaran karena terbentur kebiasaan dalam belajar siswa.
3)   Memerlukan waktu yang panjang.
4)   Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka  strategi  ini tampaknya akan sulit diimplementasikan
6.    Ayat Al-Qur`an tentang strategi pembelajaran inkuiri, diantaranya yaitu QS. Al-Baqarah ayat 164.
7.     Aplikasi  strategi pembelajaran inkuri pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bahwa mata pelajaran PAI memiliki isi yang sangat kompleks. Untuk itu, materi Pendidikan Agama Islam tidak saja dipelajari dari segi teori belaka, akan tetapi lebih penting bagaimana penjiwaan dari nilai-nilai ajaran agama yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.





                [1]Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 135.
                [2]Rostiyah, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991),  hlm. 75.
                [3]Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan  (Jakarta : Kencana, 2006), hlm. 195.
                [4]Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi…,  hlm. 196.
                [5]Slameto, Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit (SKS) (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm. 45.
                [6] Trianto, Model-model Pembelajaran..., hlm.140.
                [7] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi…,  hlm. 199-201
                [8]Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran…, hlm. 201-205.
                [9] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran…, hlm. 196-197.
                [10] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi…,  hlm. 208-209
                [11]Al Rasyidin, Filsafat Pendidikan Islam (Medan: Perdana Mulya Sarana, 2017), hlm. 17.
[12]Departemen Agama Islam RI, Al-Qur`an Al-Karim dan Terjemahnya, (Surabaya: Halim,2002), h. 34.
                [13]Oemar Hamalik, Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA (Bandung: Sinar Baru Algesindo Offset, 2012), hlm. 63.
                [14]Saiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfa Beta, 2010), hlm. 3.

0 Response to "STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DAN APLIKASINYA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Post a Comment